
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Ist)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan instruksi kepada jajaran menteri terkait untuk segera melakukan relokasi terhadap para pengungsi yang terdampak erupsi Gunung Ruang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara beberapa waktu yang lalu.
Saat menggelar rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju, pada Jumat (3/5) di Istana Merdeka, Jakarta, Presiden menilai berdasarkan tata ruang yang ada, para pengungsi perlu direlokasi secara permanen, mereka tidak diperbolehkan kembali ke tempat asalnya.
“Sehingga diperlukan relokasi untuk pemukiman yang harus dipercepat dan juga urusan pertanahan, termasuk urusan rumah dan yang berkaitan dengan pekerjaan,” ujar Jokowi dalam pengantar ratasnya dilansir laman Presiden RI, Sabtu (4/5/24) di Jakarta.
Presiden Jokowi juga minta jajarannya untuk memastikan bahwa lokasi yang akan dijadikan tempat relokasi sudah tepat dan sesuai.
Dia pun secara khusus minta kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Agus Harimurti Yudhoyono untuk terjun langsung ke lapangan.
“Ini nanti Pak Menteri ATR mohon lapangannya dilihat betul,” ujar Jokowi.
Selain itu, Presiden Jokowi juga minta agar jajarannya segera membuat skema terkait pendanaan, bantuan, hingga kalkulasi anggaran yang dibutuhkan untuk kegiatan relokasi tersebut.
Presiden Jokowi juga ingin menteri terkait melakukan identifikasi terhadap bangunan dan infrastruktur yang terdampak.
“Dan yang paling penting identifikasi beberapa bangunan yang rusak dan infrastruktur yang terdampak, baik itu sekolah, rumah sakit, ataupun jembatan, dan kalkulasi anggaran yang dibutuhkan,” ujarnya.
Untuk diketahui, Gunung Ruang yang ada di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, mengalami erupsi sejak tanggal 16 April 2024 yang lalu. Pemerintah pun telah melakukan evakuasi terhadap ribuan warga yang berada di sekitar Gunung Ruang.
TAGS : Presiden Jokowi Relokasi Pengungsi Korban Erupsi Gunung Ruang