RI Rayu Inggris Terima Sertifikasi Sawit Berkelanjutan Indonesia

Eko Budhiarto| Sabtu, 04 Mei 2024 19:33 WIB
RI Rayu Inggris Terima Sertifikasi Sawit Berkelanjutan Indonesia Tumpukan kelapa sawit saat melakukan panen di salah satu perkebunan di Indonesia. (Foto: Ist)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga menyampaikan, Indonesia mengharapkan dukungan Inggris untuk menerima sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) Indonesia.

Sertifikat tersebut merupakan salah satu bentuk pengakuan internasional atas praktik keberlanjutan dalam industri minyak sawit.

Hal itu disampaikan Jerry usai mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Negara untuk Iklim, Lingkungan, dan Energi Inggris Richard Henry Ronald Benyon pada Selasa lalu (30/4) di London, Inggris.

"Indonesia juga mengharapkan dukungan Inggris untuk menerima sertifikasi RSPO Indonesia,” kata Jerry dilansir situs Kementerian Perdagangan RI, Sabtu (4/5/24) dipantau dari Jakarta.

Baca juga :

Wamendag Jerry menyatakan, pemerintah Indonesia telah secara aktif memberikan penyuluhan dan pembinaan kepada para petani kelapa sawit untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang praktik keberlanjutan dan persyaratan sertifikasi RSPO.

Pemerintah juga berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan-perusahaan kelapa sawit besar untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya sertifikasi RSPO dan mendorong penerapannya di seluruh industri.

Selain sertifikasi RSPO, terdapat juga sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Sertifikasi ini dibentuk pada 2009, diperkenalkan pada 2011, dan mulai diterapkan pada 2012 untuk meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar dunia.

Menurut Wamendag Jerry, sertifikasi ISPO bertujuan memastikan produksi minyak sawit di Indonesia berkelanjutan dari segi lingkungan, sosial, dan ekonomi. Sertifikasi ISPO ikut berpartisipasi dalam mendukung pengurangan gas rumah kaca.

Persyaratan dan tata cara sertifikasi ISPO diatur dalam Pasal 8--14 Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2020 tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia.

Wamendag Jerry juga mengutarakan, Indonesia menaruh perhatian terhadap undang-undang lingkungan hidup Inggris terkait uji tuntas komoditas yang berisiko terhadap hutan. Undang-undang ini dikhawatirkan akan berdampak pada perdagangan produk-produk unggulan Indonesia seperti kelapa sawit.

Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), produksi minyak kelapa sawit Indonesia diperkirakan mencapai 50,07 juta ton pada 2023. Angka tersebut naik sebesar 7,15 persen dibandingkan pada 2022 yang mencapai 46,73 juta ton.

Sementara itu, Menteri Negara untuk Iklim, Lingkungan, dan Energi Inggris Richard Benyon menjelaskan, pihaknya menyambut baik permintaan Indonesia tersebut.

Selain itu, pemerintah Inggris berkomitmen untuk mendukung upaya Indonesia dalam memastikan industri minyak sawit mereka memenuhi standar keberlanjutan yang diakui secara internasional.

Pemerintah Inggris juga akan mempertimbangkan standar dan sertifikasi yang sudah berlaku di negara mitra, seperti RSPO dan ISPO.

“Pemerintah Inggris akan menerapkan aturanhukumyang berbeda dengan Uni Eropa. Kami ingin membangun rantai pasok produk keberlanjutan denganIndonesia yang tidak berisiko bagi kelestarian hutan,” kata Benyon.

Mengakhiri pertemuan, kedua negara sepakat untuk terus melanjutkan dialog Forest, Agriculture and Commodity Trade (FACT) sebagai forum global.

Forum tersebut menjadi wadah diskusi informal antara pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dari negara produsen maupun negara konsumenyang terlibat dalam perdagangan komoditas terkait deforestasi hutan tropis.

TAGS : Wamendag RI Jerry Sambuaga Inggris Sertifikasi RSPO Indonesia Kelapa Sawit

Terkini