Di Inggris, RI Pamer Pertumbuhan Ekonomi hingga Industri EV

Syafira| Minggu, 05 Mei 2024 12:41 WIB
Wamendag Pamer Pertumbuhan Ekonomi hingga Potensi Industri EV RI ke Inggris Pengguna kendaraan listrik yang menggunakan fitur Electric Vehicle pada aplikasi PLN Mobile untuk melakukan chargingĀ diĀ SPKLU. (DOK.PT PLN (Persero)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Jerry Sambuaga menyatakan, Indonesia berhasil menjaga ketahanan dalam pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politiknya. Indonesia juga memiliki potensi besar pada industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Hal itu disampaikan Wamendag Jerry saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengunjungi Bloomberg New Energy Finance (Bloomberg NEF) beberapa waktu lalu di London, Inggris.

Indonesia memiliki modal pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik yang baik di tengah kompleksitas lingkungan perekonomian global. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,05 persen pada 2023," ujar Jerry dalam keterangannya dilansir laman resmi Kemendag RI, Minggu (5/5/24) di Jakarta.

Jerry mengatakan, Indonesia juga berhasil melangsungkan pemilihan umum dan melakukan proses transisi pemerintahan yang berkesinambungan tanpa gejolak berarti. "Kondisi ini merupakan momentum yang tepat bagi perusahaan EV untuk mengembangkan bisnis mereka di Indonesia."

Baca juga :

Selain itu, Wamendag Jerry menuturkan, Indonesia berhasil mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar USD 4,47 miliar pada Maret 2024. Surplus tersebut telah bertahan selama 47 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Menurutnya, pemerintah Indonesia memiliki beberapa kebijakan strategis. Salah satunya, kebijakan hilirisasi nikel. Kebijakan ini telah beri peningkatan nilai tambah perekonomian, menciptakan lapangan pekerjaan, dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

“Pemerintah Indonesia juga mendorong pengembangan teknologi untuk mengurangi polusi dan ketergantungan bahan bakar fosil. Hal ini didukung dengan besarnya sumber daya alam nikel Indonesia yang berpotensi untuk menjadi basis produksi EV di Asia,” ujarnya.

Berdasarkan penilaian Bloomberg NEF, Indonesia berada diperingkat 22 dari 30 negara yang dinilai mampu meningkatkan daya tarik investasinya pada ekosistem rantai pasok baterai listrik. Penilaian tersebut berdasarkan beberapa aspek, antara lain industri, inovasi, dan infrastruktur.

“Selain itu, ketersediaan bahan baku, manufaktur baterai, permintaan di sektor hilir, dan kebijakan terkait lingkungan, sosial, dan tata kelola juga merupakan aspek penilaian Bloomberg NEF. Indonesia diharapkan dapat segera menarik investor pada ekosistem rantai pasok baterai listrik,” ujarnya.

Saat ini, kata Jerry, Pemerintah Indonesia terus mendorong upaya transisi energi dalam rangka pencapaian National Determined Contribution (NDC). Indonesia berkomitmen meningkatkan target penurunan emisi dari 29 persen menjadi 31,89 persen tanpa syarat (tanpa bantuan internasional).

Lebih lanjut, upaya transisi energi membuka peluang investasi senilai USD 3,5 triliun bagi Indonesia. Wamendag Jerry mengutarakan, Indonesia akan terus melakukan transformasi untuk mendorong peningkatannya dalam perekonomian global.

Di samping itu, lanjut Jerry, Indonesia sedang dalam tahapan untuk menjadi anggota Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD).

"Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara, keanggotaan Indonesia di OECD akan turut meningkatkan profil dan signifikansi OECD," ujarnya.

TAGS : Wamendag RI Jerry Sambuaga Ekonomi Kendaraan Listrik EV Indonesia Inggris

Terkini