
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim (Foto: Youtube)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim menyampaikan bahwa prestasi bukan capaian individu. Prestasi butuh dukungan dari banyak pihak, seperti orang tua, institusi, dan lingkungan sekitarnya yang lain.
“Prestasi juga harus memiliki manajemen, insentif, serta dukungan oleh pemerintah untuk dapat merealisasikan potensi yang ada,” ujar Nadiem.
Hal itu disampaikan dalam acara Bincang Talenta Berprestasi dengan Mendikbudristek bertajuk Berbagi Inspirasi, Lanjutkan Budaya Merdeka Berprestasi, yang digelar di Jakarta, Senin (13/5).
Dalam kesempatan itu, Nadiem juga menceritakan visinya ketika menjabat sebagai menteri dan realisasi program yang diwujudkan.
“Mimpi saya adalah bagaimana kita meraih imajinasi pendidikan kita bukan sebagai pabrik manusia tetapi sebagai tempat pembelajaran dan tempat membesarkan potensi setiap anak,” ujarnya.
Menanggapi persoalan tentang prestasi yang tidak sejalan dengan prospek karir, Nadiem menanggapi tidak perlu khawatir dengan hal tersebut.
Melihat banyaknya mahasiswa dengan prodi yang tidak sesuai dengan minat dan bakatnya, Kemendikbudristek menciptakan program Kampus xMerdeka dan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM).
"Program ini bertujuan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mencicipi hal-hal di dunia industri atau di daerah yang berbeda dari universitas asalnya," ujar Nafiem.
Menurut Nadiem, dampak terpenting dari prestasi adalah mengubah kepercayaan diri masing-masing. “Buat saya, perasaan dan kemajuan itulah yang lebih penting."
"Daripada kita bingung prestasi saya tidak nyambung dengan karir, tidak perlu stress dan khawatir, yang terpenting kita sudah belajar, bertempur, berani berkompetisi, dan memiliki kepercayaan diri bahwa kita bisa meraih sesuatu yang luar biasa,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut Nadiem juga membahas mengenai tantangan terbesar selama menjabat untuk program Merdeka Belajar bagi daerah terpencil.
Ia harus memastikan dukungan dari sisi anggaran sesuai dengan tingkat sosial dan ekonomi daerah tersebut. Sebagai contoh, perekonomian rendah di Maluku diberikan anggaran lebih banyak daripada siswa di Jakarta.
Berkaitan dengan literasi rendah yang dapat menghambat karir siswa di sana, menjadikan program literasi menjadi fokus utama Kemendikbudristek dengan mengirim buku-buku kepada siswa SD dan PAUD untuk guru-guru bacakan.
TAGS : Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim Prestasi Kemendikbudristek