Hunian Tetap Warga Terdampak Bencana Sulteng Harus Selesai 2024

Agus Mughni Muttaqin| Sabtu, 15 Jun 2024 14:11 WIB
Menurut Menko PMK, jarak waktu 6 tahun penyelesaian dari bencana sudah terlalu lama membuat warga menunggu Menko PMK Muhadjir Effendy menargetkan seluruh pembangunan hunian tetap (huntap) untuk warga terdampak bencana di Sulawesi Tengah harus selesai tahun 2024 (Foto: Kemenkeo PMK)

INDONESIAINFO.ID - Seluruh pembangunan hunian tetap (huntap) untuk warga terdampak bencana gempa bumi dan likuifkasi di Sulawesi Tengah (Sulteng) yang terjadi pada 2018 lalu harus selesai tahun 2024.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan hal itu saat menyerahkan secara simbolis kunci huntap untuk sebagian warga terdampak bencana di Kota Palu, Sulteng, pada Jumat (14/6/2024).

"Saya menyerahkan kunci kepada calon penghuni tetap di tanah relokasi baik di Palu, Sigi, Donggala. Memang masih tersisa beberapa ratus rumah, tapi semua masih dalam proses. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama semua akan terselesaikan," ujarnya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), kata Menko PMK, menetapkan pembangunan sebanyak 5.598 unit huntap korban terdampak bencana gempa dan likuefaksi di Palu, SUlteng, yang mana diharuskan rampung tahun ini.

Baca juga :

Hingga Juni tahun ini tersisa 382 unit yang akan dituntaskan. Menko PMK memastikan tak akan ada lagi perpanjangan untuk penuntasan proyek hunian tetap ini.

"Selesai. Harus selesai. Target kita, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, tahun 2024, bahkan kalau bisa Oktober 2024 sudah clear semua," kata Menko PMK.

Menurut Menko PMK, jarak waktu 6 tahun penyelesaian dari bencana sudah terlalu lama membuat warga menunggu. Sehingga dia menegaskan tidak akan ada keterlambatan pembangunan lagi dalam menyelesaikan seluruh hunian tetap untuk warga terdampak.

"Tidak ada pilihan lain harus selesai. Ini sudah tertunda cukup lama 6 tahun. Sementara rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di NTB sudah clear," ujarnya.

"Tidak ada penambahan waktu lagi. Saya minta Pak Dirjen Perumahan harus mengawal betul, jadi tidak ada lagi penambahan waktu untuk rehabilitasi dan rekonstruksi di Palu ini," ujar Menko PMK menambahkan.

Dalam kesempatan penyerahan kunci tersebut, Menko PMK mengucapkan selamat kepada penerima huntap dan berpesan agar hunian tidak diperjual belikan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Dia pun berpesan agar para penghuni untuk menjaga kelestarian, kerapian serta kebersihan lingkungan.

Selain itu, Menko PMK juga berjanji kepada warga penghuni perumahan akan memberikan bibit tumbuhan seperti rambutan dan durian yang bisa ditanam di lingkungan perumahan supaya lingkungan semakin asri, nyaman dan sejuk.

TAGS : Hunian Tetap Terdampak Bencana Sulawesi Tengah Menko PMK Muhadjir Effendy

Terkini