Masuk Kemarau, Bupati Semarang Wanti-wanti soal Bencana

Agus Mughni Muttaqin| Minggu, 30 Jun 2024 18:36 WIB
Menurut Bupati Semarang, meskipun diperkirakan telah memasuki musim kemarau, namun ternyata masih ada hujan turun di beberapa wilayah, yang mengakibatkan terjadi bencana angin ribut dan tanah longsor. Bupati Semarang Ngesti Nugraha pada penyerahan bantuan sosial bagi korban bencana di pendapa rumah dinas Bupati Semarang, Jawa Tengah (Foto: Pemprov Jateng)

INDONESIAINFO.ID - Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengingatkan warga untuk terus waspada terhadap ancaman bencana alam di lingkungan sekitar.

Menurut Bupati Semarang, meskipun diperkirakan telah memasuki musim kemarau, namun ternyata masih ada hujan turun di beberapa wilayah, yang mengakibatkan terjadi bencana angin ribut dan tanah longsor.

Hal itu disampaikan pada penyerahan bantuan sosial bagi korban bencana di pendapa rumah dinas bupati Semarang, Jawa Tengah, pada  Jumat (28/6/2024).

Terkait bantuan kepada korban bencana, Bupati Semarang menyampaikan, bantuan yang diberikan berupa uang tunai dari APBD, sesuai peraturan yang berlaku.

Baca juga :

“Saya turut prihatin. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban bapak dan ibu sekalian,” kata Bupati Semarang dalam keterangan resmi dikutip di Jakarta, Minggu (30/2024).

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro menjelaskan, bantuan tahap II pada 2024 diberikan kepada 20 orang korban bencana.

Selain korban bencana alam seperti angin ribut dan tanah longsor, bantuan juga diberikan kepada korban kebakaran, yang jumlahnya mencapai hampir separuh dari total penerima.

Untuk itu, Alex mengimbau warga untuk berhati-hati saat memanfaatkan api untuk kebutuhan sehari-hari.

“Jangan lengah. Pastikan api benar -benar telah padam usai aktivitas,” ujar Alexander.

Penerima bantuan, warga Dusun Brangkongan Kidul Desa Ujung-ujung, Pabelan, Jamsudi (67) tak henti-hentinya mengucap syukur, karena seluruh anggota keluarganya selamat dari bencana angin ribut.

Diceritakan, waktu kejadian Februari lalu, mereka sekeluarga, termasuk dua cucu pas sedang tidak di dalam rumah.

“Hancur total rumah saya. Terima kasih, bantuan ini untuk memperbaiki rumah,” ujar Jamsudi.

Sebagai informasi, dalam penyerahan bantuan sosial tersebut, sebanyak tujuh korban menerima bantuan uang tunai Rp10 juta karena tempat tinggalnya rusak berat akibat bencana. Selain itu, lima warga yang rumahnya rusak sedang, menerima Rp5 juta.

Sedangkan delapan lainnya yang mengalami rusak ringan menerima Rp3 juta.

Sebelumnya, pada Senin 5 Februari 2024 lalu wilayah Kabupaten Semarang terus diguyur hujan deras disertai angin yang berhembus kencang alias angin ribut. Akibatnya, terdapat sekitar 18 peristiwa banjir dan tanah longsor yang merusak beberapa tempat tinggal warga di wilayah Kabupaten Semarang.

TAGS : Bupati Semarang Ancaman Bencana Musim Kemarau

Terkini