Hilirisasi Perikanan Mulai Dilakukan di Lokasi Percontohan PIT

M. Habib Saifullah| Selasa, 09 Jul 2024 12:32 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai menjalankan hilirisasi perikanan di lokasi percontohan penangkapan ikan terukur (PIT) di Tual Kementerian Kelautan dan Perikanan mulai menjalankan hilirisasi perikanan di lokasi percontohan PIT (Foto: Dok. Humas KKP)

INDONESIAINFO.ID - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai menjalankan hilirisasi perikanan di lokasi percontohan (modelling) penangkapan ikan terukur (PIT) di Tual, Maluku.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Budi Sulistiyo mengatakan, kebijakan yang mengintegrasikan hulu dengan hilir, bertujuan untuk menumbuhkan ekonomi di wilayah produsen melalui efisiensi dan efektifitas penangkapan ikan.

Tujuan tersebut dapat dicapai dengan menjaga mutu hasil tangkapan, penanganan dan pengolahan produk, serta distribusi dan pemasaran, diharapkan akan memberikan efek ganda (multiplier effect) untuk pertumbuhan ekonomi lokal.

"Sesuai tugas dan fungsi, kami (PDSPKP) menginisiasi penguatan hilirisasi dan penguatan daya saing dalam implementasi modelling PIT," ujar Dirjen Budi dalam keterangannya, dikutip Selasa (9/7/2024).

Baca juga :

Budi mengatakan, per Juni 2024 telah dilakukan pengiriman ikan ke Pulau Jawa dengan volume sebesar 30,6 ton atau setara 2 kontainer dengan jenis ikan layang dan deho.

Berdasarkan hasil pengecekan mutu, produk yang dikirim tersebut didominasi oleh mutu grade A (46,67%) dan grade B (45,62%), sedangkan yang pecah perut (PP) hanya 7,71%.

"Ini menunjukkan bahwa mutu ikan berproses lebih baik dibanding ketika nelayan langsung mendaratkan ke Pulau Jawa dimana yang pecah perut/rusak dapat mencapai lebih dari 30%," kata dia.

Menurutnya peningkatan kualitas ikan tersebut dipengaruhi oleh jarak, waktu, dan sarpras pendingin dalam pengangkutan.

Untuk itu, sejak peresmian modeling PIT, KKP melakukan sejumlah upaya seperti memberikan bimbingan teknis dan pendampingan bagi para nelayan terkait cara penangkapan dan penanganan ikan yang baik di atas kapal.

Budi juga memastikan pihaknya telah melaksanakan fasilitasi kerjasama antara pemilik ikan (nelayan) dengan pemilik tempat penyimpanan (cold storage) dan Unit Pengolahan Ikan (UPI).

Kemudian, fasilitasi kerjasama dengan penyedia kapal angkut atau penyedia layanan jasa logistik khususnya shiping line dan container provider, serta konsolidasi muatan sesuai kapasitas yang dibutuhkan agar dapat dibawa dari Tual ke wilayah industri dan konsumen di Pulau Jawa atau langsung menuju pasar ekspor.

Sedangkan untuk upaya pemasaran, PDSPKP melakukan pemenuhan persyaratan untuk mendapatkan akses pasar melalui promosi dan temu bisnis dengan para buyers di negara tujuan ekspor.

"Dalam pemodelan PIT Tual telah dibangun kemitraan antara nelayan, pengolah dan pembeli ikan dengan mekanisme Business to Business. Sebagai contoh, ikan yang keluar dari Tual dikirim ke Surabaya atau Jakarta dan dipastikan telah ada pembelinya," ujar Budi.

Upaya lain yang juga terus dilakukan KKP adalah pelaksanaan bimbingan teknis cara pengolahan yang baik dan penanganan mutu ikan bagi Unit Pengolahan Ikan (UPI), termasuk peningkatan kompetensi para pegawai lokal.

"Intinya kita bergerak seiringan dan terus berupaya agar modelling PIT di zona 3 ini bisa berjalan optimal," ujar Budi.

TAGS : Kementerian Kelautan dan Perikanan Penangkapan Ikan Terukur Hilirisasi Perikanan

Terkini