
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita (Foto: Kemenperin)
INDONESIAINFO.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) berkomitmen menjadikan industri kecil menengah (IKM) Indonesia sebagai salah satu prioritas dalam kebijakan ekonomi.
Dirjen IKMA Kemenperin, Reni Yanita mengatakan, pihaknya terus menyediakan berbagai insentif dan program kegiatan untuk mendorong agar IKM Indonesia semakin unggul, mampu menghadapi persaingan tinggi dan menjadi rantai supply bagi industri pangan lainnya, baik industri kecil, menengah dan besar.
"Selain itu, juga dapat bermitra dengan sektor ekonomi lainnya seperti sektor hotel, restoran, dan cafe (horeca)," ujar Reni dalam keterangan resmi dikutip di Jakarta, Jumat (12/7/2024).
Baru-baru ini, Kemenperin menggelar berbagai kegiatan untuk menunjang pengembangan pelaku IKM dari berbagai komoditas produk di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan ini dilakukan guna mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia tahun 2024, khususnya di NTB.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Ditjen IKMA adalah Workshop Sistem Keamanan Pangan bagi IKM Pangan Unggulan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 8 - 9 Juli 2024 diikuti oleh 30 IKM pangan unggulan yang berasal dari Kota Mataram, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Utara. Kota Bima, dan Kabupaten Dompu.
Direktur IKM Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan, Yedi Sabaryadi, menyampaikan bahwa Kemenperin mendorong pelaku IKM pangan untuk dapat memenuhi standar GMP (Good Manufacturing Practices) atau Cara Produksi Olahan yang Baik (CPPOB).
GMP maupun Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) merupakan suatu pedoman atau prosedur yang mengatur perusahaan atau produsen untuk memproduksi makanan agar aman, bermutu dan layak dikonsumsi.
“Dengan adanya tata cara untuk mengontrol kualitas produksi pangan maka produk perusahaan tersebut akan semakin berkembang dan dapat dipercaya oleh konsumen,” ujar Yedi.
Yedi menambahkan, banyak hal yang perlu ditingkatkan dalam pengelolaan IKM pangan, seperti bangunan, sarana produksi, sanitasi, hygiene pekerja, kesesuaian mesin dan peralatan, pengawasan proses produksi, serta konsistensi kualitas produk akhir.
Materi yang diberikan kepada peserta workshop meliputi Pengenalan dan Pemahaman Sistem Keamanan Pangan. DI anataranya ialah Good Handling Practices, Pengenalan HACCP System dan Prosedur Sistem Sertifikasi pada Industri Pangan.
Kemudian, Pengenalan Logic Sequence HACCP System, serta kunjungan lapangan ke IKM percontohan yang sedang melakukan pengajuan sertifikasi HACCP.
“Kegiatan workshop diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan para pelaku usaha IKM pangan mengenai aspek-aspek sistem keamanan pangan yang harus dipenuhi pada ruang produksi sehingga dapat sesuai dengan standar yang baik, dan nantinya dapat meningkatkan kualitas produk dan menjamin keamanan produk pangan untuk dikonsumsi,” ujar Yedi.
TAGS : Kementerian Perindustrian IKM Pangan Dirjen IKMA Reni Yanita