
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan (Dokumentasi Kemenko Marves)
INDONESIAINFO.ID - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku optimistis atau yakin bahwa pertanian Indonesia akan mempunyai kualitas bibit yang baik, karena menerapkan teknologi genomic alias rekayasa genetika.
“Genomic ini nanti akan bisa mewakili semua daerah di Indonesia dan ini nanti bisa jadi pusat di kita. Oleh karena itu, nanti pertanian kita akan punya kualitas bibit yang baik karena adanya penerapan genomic,” kata Menko Luhut dalam keterangan resmi dikutip di Jakarta, Minggu (14/7/2024).
Keterangan itu Menko Luhut sampaikan saat mengunjungi pembangunan Tahap 2 di Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH), Humbang Hasundutan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (12/07/2024).
Menko Luhut memaparkan bahwa dirinya telah membahas mengenai penambahan bibit-bibit pertanian di Rapat Terbatas (ratas), seperti penambahan bibit cocoa yang saat ini hanya ada sekitar 2 juta bibit.
Dalam kesempatan itu, Luhut menyatakan Indonesia butuh 800 juta bibit kakao. Penambahan bibit kakao tersebut, kata dia, dibutuhkakn di tengah kondisi produksi bibit yang ada saat ini hanya ada sekitar 2 juta bibit.
"Cocoa itu dia butuh 800 juta bibit, kita hanya punya 2 juta bibit. Nah jadi itu bisa diprogram genomic di sini,” ujar Luhut.
Luhut menuturkan, fasilitas TSTH di Humbang Hasundutan saat ini teris disiapkan untuk tahap kedua. Direncanakan akan selesai pada bulan Februari, dan kemudian di Maret 2025 akan diresmikan langsung oleh Presiden Terpilih Prabowo Subianto.
“Saya betul betul senang sekali karena kita sudah bisa mulai, dengan nanti sequence waktunya bisa selesai mungkin Januari, dengan landscape nya Februari."Jadi nanti mungkin Presiden terpilih bisa meresmikan tempat ini pada bulan Maret, dan di situ juga ada hasil genomicnya yang bisa dilaporkan ke presiden terpilih,” kata Luhut menambahkan.
Sementara itu, Luhut mengatakan, dirinya akan segera melaporkan pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai kunjungannya ke TSTH di Humbang Hasundutan ini. Sehingga, diharapkan pada bulan Agustus mendatang, Presiden Jokowi bisa ikut panen bawang.“Jadi saya harap selama 2-3 bulan ke depan, semuanya sudah tertara. Sehingga waktu presiden kemari, supaya keliatan memang betul-betul research center yang berkelas,” ujar Luhut.
TAGS : Luhut Binsar Pandjaitan Rekayasa Genetika Bibit Pertanian