Kemenag Latih Takmir Masjid Siaga Hadapi Bencana

Agus Mughni Muttaqin| Rabu, 31 Jul 2024 20:05 WIB
Kemenag melatih takmir masjid, penyuluh agama, dan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) agar siap siaga saat menghadapi bencana alam Kemenag melatih takmir masjid, penyuluh agama, dan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) siap siaga bencana alam (Foto: Kemenag)

Indonesiainfo.id - Kementerian Agama (Kemenag) melatih takmir masjid, penyuluh agama, dan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) agar siap siaga saat menghadapi bencana alam.

Pelatihan ini digelar bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Management of Social Transformation Programme (Most UNESCO), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat.

Kasubdit Kepustakaan Islam, Kemenag, Nur Rahmawati mengatakan, terdapat tiga tujuan dari pelatihan tersebut. Pertama, mampu memaksimalkan pemanfaatan pengetahuan lokal dalam meningkatkan pengurangan risiko bencana, khususnya di Sumatra Barat.

"Kedua, meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membangun kesiapsiagaan dan adaptasi, melalui pendidikan literasi bencana yang inklusif dan keberlanjutan," kata Nur daam keterangan resmi, Rabu (31/7).

Baca juga :
Terakhir, kata Nur, kegitan ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi berupa kebijakan yang efektif untuk pemanfaatan pengetahuan lokal dan teknologi informasi dalam mitigasi dan manajemen risiko bencana.

Lebih lanjut, Nur menyampaikan, workshop tersebut merupakan bentuk perhatian pada masyarakat Sumatra Barat agar peka terhadap bencana.

"Mereka (takmir dan penyuluh agama) adalah tokoh di lingkungan mereka masing-masing. Dengan pelatihan ini, diharapkan mereka dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekitar terhadap bencana," katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, wilayahnya memiliki potensi bencana yang tinggi.

"Sumatra Barat memang rawan terhadap bencana, baik banjir, gunung meletus, galodo, gempa bumi, dan tsunami," kata Mahyeldi.

Mengenai hal itu, Direktur Eksekutif Most UNESCO, Fakhriati mengatakan, workshop ini merupakan respons terhadap kejadian bencana yang dahsyat beberapa bulan lalu di Sumatra Barat.

"Banjir galodo di selingkar Gunung Marapi, Kabupaten Agam dan Tanah Datar, serta banjir di Pesisir Selatan dan kabupaten lainnya menjadi perhatian kita bersama," kata Fakhriarti.

TAGS : Kementerian Agama Siaga Bencana

Terkini