
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan membuka Bali International Air Show (BIAS) 2024, yang diawali dengan diskusi panel mengenai pengembangan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (Foto: Humas Kemenko Marves)
Inondeisinfo.id - Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan membuka Bali International Air Show (BIAS) 2024, yang diawali dengan diskusi panel mengenai pengembangan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel atau SAF).
Dalam diskusi bertajuk “Global and Regional Collaboration Potential on Sustainable Aviation Fuel (SAF)”, Luhut menekankan pentingnya kolaborasi global untuk mendorong inovasi dan mengurangi emisi karbon di sektor penerbangan.
Luhut menjelaskan roadmap dan rencana aksi kebijakan SAF yang telah disusun oleh Indonesia. “Kami berkomitmen untuk mempercepat adopsi teknologi berkelanjutan di sektor penerbangan dan menarik investasi untuk mengurangi emisi karbon,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip pada Kamis (19/9).
Ia juga menggarisbawahi bahwa 148 negara telah menyerahkan rencana pengurangan emisi CO2 penerbangan kepada ICAO, mendukung target ambisius untuk mencapai emisi net-zero pada tahun 2050.
Perhelatan ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Direktur Strategi PT Pertamina Salyadi Saputra, Direktur Utama Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro, dan Presiden Airbus Asia Pacific Anand Stanley.
Salyadi Saputra dari Pertamina menyatakan bahwa SAF merupakan solusi utama dalam proses dekarbonisasi sektor penerbangan. “Permintaan SAF akan terus meningkat, dan Pertamina sudah aktif mengeksplorasi bahan baku untuk produksinya,” jelasnya.
Sementara itu, Daniel Putut Kuncoro dari Lion Air Group menegaskan bahwa pihaknya siap berkolaborasi dengan pemerintah dalam penggunaan SAF untuk mendukung lingkungan yang lebih sehat.
Anand Stanley dari Airbus juga menekankan potensi besar Indonesia dalam mendukung dekarbonisasi sektor aviasi. “Kerja sama antara industri penerbangan, pemerintah, dan produsen energi sangat penting untuk menciptakan rantai pasokan SAF yang efektif,” ujarnya.
BIAS 2024, yang berlangsung dari 18 hingga 21 September 2024, dihadiri oleh ribuan pengunjung dari 48 negara. Acara ini, diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia melalui Kemenko Marves, Kementerian Perhubungan, dan TNI-AU, bertujuan untuk mendorong Indonesia ke garis depan industri dirgantara di Asia Tenggara.
Dengan dukungan dari Tony Blair Institute for Global Change sebagai Knowledge Partner, acara ini menyediakan platform penting untuk dialog dan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan.
Managing Director Tony Blair Institute for Global Change Asia Pacific, Jalil Rasheed mengatakan, “Melalui kerja sama, kita dapat membentuk masa depan yang lebih berkelanjutan dan sejahtera bagi semua.”
Dengan fokus pada SAF dan kolaborasi global, BIAS 2024 menunjukkan komitmen Indonesia dalam mendukung transformasi industri penerbangan menuju model yang lebih ramah lingkungan. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sektor swasta, menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem penerbangan yang berkelanjutan di masa depan.
TAGS : Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan Bali Airshow Penerbangan Rendah Karbon