Menteri Teten: Transformasi UMKM Dorong Daya Saing Global

Agus Mughni Muttaqin| Kamis, 19 Sep 2024 16:47 WIB
Menteri Teten: Transformasi UMKM Dorong Kemandirian dan Daya Saing Global Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara peluncuran Sistem Informasi Jabatan Fungsional Pengembang Kewirausahaan di Jakarta (Foto: Humas Kemenkopukm)

Indonesiainfo.id - Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki, terus berupaya untuk mentransformasi dan merestrukturisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Langkah ini bertujuan meningkatkan kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan menjadikan sektor ini lebih kompetitif di pasar global.

“Setelah lima tahun menjabat, saya menyadari pentingnya transformasi UMKM. Banyak usaha mikro yang masih terjebak dalam siklus ekonomi subsisten, hanya cukup untuk bertahan hidup. Ini harus diubah,” kata Teten dalam acara peluncuran Sistem Informasi Jabatan Fungsional Pengembang Kewirausahaan di Jakarta, Rabu (18/9).

Saat ini, sekitar 96 persen usaha di Indonesia berada di sektor mikro, namun produktivitasnya masih jauh tertinggal dibandingkan korporasi besar. Masalah utama yang dihadapi oleh UMKM meliputi akses pembiayaan, teknologi produksi, dan pasar. Teten menekankan perlunya mendorong UMKM untuk menjadi lebih formal dan terintegrasi dalam industri.

“UMKM menyuplai 97 persen lapangan kerja. Namun, jika tidak ada langkah nyata untuk meningkatkan kualitas dan produktivitasnya, mereka akan kesulitan untuk berkembang,” ujarnya.

Baca juga :

KemenKopUKM telah merumuskan kebijakan baru yang bertujuan menciptakan wirausaha baru yang berdaya saing dan inovatif. Program Entrepreneur Hub yang diluncurkan di berbagai kampus diharapkan dapat memfasilitasi lahirnya UMKM baru, terutama startup berbasis teknologi.

“Dengan inovasi dan produk yang tepat, UMKM kita dapat bersaing tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di pasar global,” jelas Teten.

Dalam upaya ini, Jabatan Fungsional Pengembang Kewirausahaan akan memperkuat sumber daya manusia (SDM) di bidang kewirausahaan. KemenKopUKM berkolaborasi dengan 23 kementerian dan lembaga untuk menyusun program pengembangan UMKM yang lebih terpadu.

“Visi kami adalah menjadikan UMKM sebagai pilar utama ekonomi nasional dengan target pendapatan per kapita sebesar 30.000 dolar AS pada tahun 2045,” kata Teten.

Melalui sistem informasi yang telah dibangun, KemenKopUKM dapat mengelola pengembangan kewirausahaan secara efisien. Dengan empat fungsi utama—usulan formasi, uji kompetensi, pengajuan diklat mandiri, dan pengajuan peserta diklat—program ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan.

Transformasi UMKM adalah kunci untuk meningkatkan kualitas lapangan kerja dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Kami berkomitmen untuk mewujudkan visi ini,” kata Teten.

Dengan upaya ini, diharapkan UMKM Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan bersaing di pasar global, memberikan dampak positif bagi ekonomi nasional secara keseluruhan.

TAGS : MenKopUKM Teten Masduki Transformasi UMKM Daya Saing Global

Terkini