
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebut solusi cepat atasi produktivitas pangan ialah pompanisasi (Foto: Humas Kementan)
INDONESIAINFO.ID - Kemarau berkepanjangan menjadi salah satu alasan produktivitas pangan di Indonesia menurun. Untuk itu, program pompanisasi menjadi solusi tercepat untuk menghadapi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, bantuan pompa disebut dapat meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali menjadi tiga kali per tahun.
"Kalau mau solusi tercepat ya dengan pompanisasi. Makanya kemarin pada sekitaran awal tahun, kami melakukan refocusing anggaran sehingga bisa secepatnya menyalurkan bantuan pompa ke daerah-daerah," ujar Mentan dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Sabtu (21/9/2024).
Refocusing dilakukan dengan mengalihkan sejumlah pos kegiatan, seperti seremonial, rapat, dan kegiatan sejenis lainnya. Sehingga sepanjang tahun 2024, Kementan bisa mengalokasikan 62.378 unit pompa alsintan dan 9.904 unit irigasi perpompaan.
Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Pusdatin Kementan hingga 12 September 2024, program pompanisasi telah berhasil mengairi lahan tadah hujan seluas 1.048.930 hektare, atau 91,99% dari target yang telah ditetapkan.
"Krisis pangan bisa memicu krisis politik. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk mengamankan pasokan pangan dengan cepat," kata dia.
Mentan juga mengatakan, dirinya bersama Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono dan semua jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) turun ke lapangan untuk memastikan gerakan pompanisasi berjalan dengan maksimal.
"Tanpa gerakan masif, kita bisa mengalami kesulitan besar. Saat ini, 22 negara telah menghentikan ekspor pangan," ujar Amran.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras mengalami kenaikan berturut-turut dari Agustus hingga Oktober 2024, yaitu pada Agustus mencapai 2,84 juta ton.
Sedangkan pada September 2,87 juta ton, dan diperkirakan Oktober mencapai 2,59 juta ton. Jika proyeksi ini tepat, capaian Oktober tahun ini akan menjadi yang tertinggi selama enam tahun terakhir.
TAGS : Kementerian Pertanian Program Pompanisasi Andi Amran Sulaiman