
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan sebut Kenya jadi negara pertama yang bergabung dalam GBFA (Foto: Jurnas)
INDONESIAINFO.ID - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menyatakan, Kenya siap bergabung dalam Aliansi Pembiayaan Campuran Global (GBFA), sebuah platform internasional yang dipimpin Indonesia.
Kenya merupakan negara pertama yang tergabung dalam GBFA. Aliansi yang dipimpin Indonesia ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan pembiayaan, guna mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) dan aksi iklim.
"Keputusan ini mencerminkan kepercayaan mereka terhadap platform ini sebagai sarana penting bagi negara-negara berkembang untuk memobilisasi dana yang sangat dibutuhkan bagi SDG dan aksi iklim," kata Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Jumat (18/10/2024).
Menteri Luhut juga mengatakan, penandatanganan ini akan memperkuat kapasitas operasional GBFA di tingkat global, khususnya di wilayah Selatan, memungkinkan platform tersebut mencapai tujuan strategisnya dengan lebih efektif.
"GBFA unik karena mendukung anggotanya dalam mengembangkan platform nasional yang memberikan struktur bagi proyek-proyek pembangunan terkait SDG dan aksi iklim, sehingga menarik bagi investor," kata dia.
Sebelumnya, Kemenko Marves menginisiasi pembentukan platform ini selama Presidensi G20 pada 2022, bersama dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Luar Negeri. Meskipun ada komitmen global untuk negara-negara berkembang sebesar USD 100 miliar pada 2022, pembiayaan iklim masih jauh dari kebutuhan nyata.
Negara-negara berkembang menghadapi kesenjangan finansial tahunan sebesar USD 3 triliun untuk aksi iklim dan SDG. Kesenjangan pendanaan ini membutuhkan peningkatan investasi, penerapan mekanisme pembiayaan yang inovatif, serta komitmen dari pemerintah dan sektor swasta.
GBFA dibentuk sebagai tanggapan terhadap kebutuhan mendesak untuk platform pembiayaan yang dipimpin oleh negara-negara Global Selatan terkait SDG dan aksi iklim.
Menteri Hassan Ali Joho, mengatakan, meskipun Kenya belum dapat menandatangani AoA pada Kamis ini, negaranya tetap berkomitmen untuk bergabung dengan GBFA. Ia menegaskan bahwa pembiayaan campuran adalah kunci penting bagi negara-negara berkembang.
TAGS : Kemenko Marves GBFA Kenya