Mendagri Sebut Daya Beli Masyarakat Masih Kuat

M. Habib Saifullah| Selasa, 29 Okt 2024 09:37 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian sebut daya beli masyarakat masih kuat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian sebut daya beli masyarakat masih kuat (Foto: Dok. Humas/Kemendagri)

INDONESIAINFO.ID - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan, secara umum daya beli masyarakat masih kuat, meski terjadi beberapa penurunan permintaan pada beberapa sektor.

Menurut dia, terjadinya deflasi karena menurunnya daya beli masyarakat hanya terjadi di beberapa sektor tertentu saja, seperti rekreasi, restoran, hingga perawatan diri.

"Saya sudah sampaikan bahwa kita adalah negara bukan hanya negara konsumen seperti Singapore, tapi juga negara produsen. Kalau terjadi deflasi terlalu dalam yang senang adalah rakyat, pembeli konsumen, tapi bagi masyarakat di kelas produsen petani cabai misalnya itu ya mereka bisa rugi," kata Mendagri di Jakarta, Senin (27/10/2024).

Selain itu, Menteri Tito juga mengapresiasi capaian inflasi tahunan (Year-on-Year) pada bulan September 2024 mencapai 1,84 persen. Angka ini merupakan capaian inflasi terendah sejak awal Rapat Koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi dilakukan pada dua tahun yang lalu.

Baca juga :

"Saya juga sudah menyampaikan pers rilis dari BPS tentang inflasi di bulan September kepada Bapak Presiden dan juga presiden terpilih. Beliau-beliau menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi, karena dengan angka inflasi 1,84 persen year-on-year," kata dia.

Dia menekankan pentingnya pemantauan dua komponen utama inflasi yang terdiri dari inflasi inti (core inflation) dan inflasi bergejolak (volatile inflation).

Inflasi inti tidak begitu dipengaruhi oleh dinamika dan cenderung stabil dari waktu ke waktu, seperti pendidikan, kesehatan, dan rekreasi. Sementara inflasi bergejolak dipengaruhi oleh berbagai dinamika seperti suplai, permintaan, dan distribusi. Ini misalnya terjadi pada sektor pangan dan energi.

"Nah kita melihat komponen naik apa saja? Perawatan pribadi dan jasa lainnya [naik] 0,38 persen, itu termasuk inflasi inti core inflation. Kalau terjadi kenaikan, berarti daya beli masyarakat naik, karena demand-nya naik," ujar Mendagri.

Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada para kepala daerah dan K/L terkait atas kerja keras dalam menjaga inflasi tetap terkendali. Mendagri juga mengapresiasi peran Pemda yang tak berhenti melakukan upaya pengendalian inflasi.

Angka inflasi 1,84 persen juga masih berada dalam target pemerintah sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen, atau berada pada rentang 1,5-3,5 persen.

"Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada rekan-rekan kepala daerah provinsi, kabupaten/kota yang telah bekerja bersama menjaga inflasi daerah masing-masing," ujar dia.

TAGS : Deflasi Inflasi Menteri Dalam Negeri Daya Beli Masyarakat

Terkini