
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, saat berdialog dengan Forum Anak Jawa Tengah pada Senin, menekankan pentingnya pencegahan kehamilan di luar nikah (Foto: Kementerian PPPA)
Indonesiainfo.id - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengaku prihatin masih banyaknya remaja di Jawa Tengah (Jateng) yang mengajukan dispensasi nikah ke pengadilan agama dengan berbagai alasan seperti hamil duluan di luar nikah.
Karenanya, saat berdialog dengan Forum Anak Jawa Tengah pada Senin (27/01), Menteri PPPA menekankan pentingnya pencegahan kehamilan di luar nikah yang menjadi salah satu pemicu tingginya pernikahan dini atau anak.
"Pencegahan kehamilan di luar nikah menjadi upaya yang perlu diutamakan. Tekanan sosial, ketidakmampuan ekonomi, dan minimnya akses pendidikan juga menjadi faktor pendorong pernikahan anak," kata Arifah Fauzi.
Ia pun mengajak Forum Anak Provinsi Jawa Tengah untuk terus semangat menjalankan fungsi sebagai agen Pelopor dan Pelapor, khususnya dalam mencegah perkawinan usia anak yang angkanya masih tinggi di Jawa Tengah.
Dia memaparkan, Data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah menunjukkan selama Januari-September 2024, terdapat 6.064 pengajuan dispensasi kawin di Jateng.
"Saya mengapresiasi aksi masif dari Forum Anak Jawa Tengah sebagai Pelopor dan Pelapor dalam mengedukasi remaja untuk mencegah perkawinan usia anak, edukasi kesehatan reproduksi, dan edukasi pertemanan yang sehat," ujar dia.
Saat ini, sebanyak 70% kecamatan di Jawa Tengah telah membentuk Forum Anak Daerah. Program unggulan seperti polling isu anak setiap enam bulan, program Jogo Konco, Jo Kawin Bocah, dan Forum Anak Goes to School telah berhasil menyosialisasikan isu-isu anak di 200 sekolah tingkat SMP, SMA, dan Madrasah di Jawa Tengah.
Berkaitan dengan program Ruang Bersama Indonesia (RBI) yang tengah dikembangkan Kementerian PPPA, Menteri Arifah berharap Forum Anak datau FAN dapat berkolaborasi dan berpartisipasi dalam RBI.
“Kami berharap anak-anak FAN dapat terus aktif setelah jam sekolah di Ruang Bersama Indonesia (RBI), memanfaatkan RBI sebagai tempat belajar bersama, saling mengenal budaya, dan tokoh nasional," ujar dia.
"Ruang seperti ini sangat penting untuk membantu anak-anak mengembangkan potensi mereka serta memperkuat rasa kebanggaan terhadap budaya dan sejarah bangsa,” tambah Menteri PPPA.
TAGS : Menteri PPPA Arifah Fauzi Remaja Jawa Tengah Hamil Duluan Pernikahan Anak