
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar (Foto: kemenag)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Pemerintah Arab Saudi memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun 1446 H/2025 M.
Pujian itu disampaikan bersamaan dengan ditutupnya operasional haji oleh Kementerian Agama setelah seluruh jemaah kembali ke Tanah Air.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut, keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang erat antara Indonesia dan Arab Saudi dalam memastikan kelancaran layanan ibadah haji.
“Saudi menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan haji Indonesia yang dinilai sangat tertib dan terorganisir. Ini bukti persiapan matang dan sinergi kuat antarnegara,” ujar Nasaruddin dalam konferensi pers di Jakarta.
Tak hanya itu, Arab Saudi juga memberi sinyal akan menambah kuota jemaah haji Indonesia tahun depan. Peningkatan ini didukung oleh berbagai proyek pengembangan fasilitas, seperti pelebaran jalan, pembangunan hunian jemaah, serta penyiapan bandara alternatif.
“Tentu ini membuka peluang besar bagi Indonesia, sekaligus menjadi tantangan untuk meningkatkan kualitas layanan,” tambahnya.
Menag juga menyampaikan apresiasi kepada Amirul Hajj dan seluruh petugas haji yang telah bekerja keras selama musim haji berlangsung.
Ia menekankan bahwa tahun ini merupakan tahun terakhir pelaksanaan haji yang sepenuhnya ditangani oleh Kementerian Agama, menandai 75 tahun kiprah Kemenag dalam pengelolaan haji.
Namun demikian, Menag mengungkapkan masih ada jemaah yang belum ditemukan. Pemerintah terus melakukan pencarian dan mengimbau keluarga menyerahkan data DNA guna mempercepat proses identifikasi.
“Kami terus menjalin koordinasi dengan otoritas Saudi. Upaya pencarian tak dibatasi waktu. Kami berharap para jemaah yang belum ditemukan segera diketahui kabarnya,” ucapnya.
Di akhir pernyataannya, Menag menyampaikan permohonan maaf jika masih terdapat kekurangan dalam pelayanan. Ia berdoa agar seluruh jemaah menjadi haji mabrur dan pelaksanaan haji tahun ini menjadi evaluasi untuk peningkatan di masa depan.
TAGS : Haji 2025 Indonesia Arab Saudi Menteri Agama