Menag Tutup Penais Award 2025, Apresiasi Penyuluh dan Kepala Daerah

Vaza Diva Fadhilah Akbar| Selasa, 26 Agu 2025 13:30 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar resmi menutup rangkaian Penais Award 2025 sekaligus memberikan penghargaan kepada para penyuluh agama Islam dan kepala daerah Menteri Agama, Nasaruddin Umar saat memberikan apresiasi sekaligus arahan di ajang Penais Award 2025 di Jakarta (Foto: kemenag)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Menteri Agama Nasaruddin Umar resmi menutup rangkaian Penais Award 2025 sekaligus memberikan penghargaan kepada para penyuluh agama Islam dan kepala daerah yang dinilai berkontribusi besar dalam memperkuat kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Menag menekankan pentingnya memaknai penghargaan sebagai bentuk pengabdian, bukan sekadar capaian pribadi.
“Pada malam ini, jangan lihat apa yang diperoleh dan jangan lihat siapa yang memberikan. Kita yakin Tuhan dan malaikat menjadi saksi bahwa kita telah berjasa untuk mengangkat martabat kehidupan masyarakat di pelosok-pelosok Indonesia,” ujar Menag di Jakarta, Senin (25/8/2025).

Ajang yang digagas Direktorat Penerangan Islam, Ditjen Bimas Islam ini diikuti oleh penyuluh dari berbagai provinsi. Dari hasil seleksi, terdapat 90 nominator dari 24 provinsi yang kemudian dipilih menjadi pemenang dalam sembilan kategori, yaitu:

1. Pemberdayaan ekonomi umat: Shofwah Tafasir, S.Ud., M.Ag. (Jawa Barat)

Baca juga :

2. Pendampingan hukum: Sofyan Hadi, S.HI. (Jawa Timur)

3. Anti korupsi: Herawati Suyatno Putri, S.H.I., S.H. (Jawa Tengah)

4. Moderasi beragama: Mc. Mifrohul Hana, S.E.Sy. (Jawa Tengah)

5. Metode penyuluhan baru: Imamul Muttaqin, S.Ag. (Sumatra Barat)

6. Pendampingan kelompok rentan: Riska Duduti, S.Sos.I., MH. (Gorontalo)

7. Kesehatan masyarakat: Khotimatul Husna, S.Ag., M.H. (DI Yogyakarta)

8. Literasi Al-Qur’an: Sastra Yunita, S.Sos.I (Sulawesi Barat)

9. Pelestarian lingkungan: Sri Eliyati, S.Pd. (Kalimantan Barat)

Selain itu, kategori khusus Lifetime Achievement diberikan kepada:

1. Abu Bakar Siddiq (Peningkatan Ekonomi Umat)

2. Marliana (Pengentasan Kemiskinan)

3. Arief Zamroni (Ketahanan Pangan)

Tak hanya penyuluh, penghargaan juga diserahkan kepada 43 kepala daerah atas dukungan mereka terhadap program penyuluhan agama di wilayah masing-masing.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah membuka ruang dan kebijakan bagi penyuluh untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat.

Menag menegaskan, tugas penyuluh agama bukan hanya menyampaikan pesan keagamaan, melainkan juga memahami kondisi sosial masyarakat serta menghadirkan bimbingan rohani yang menenteramkan.

“Kebutuhan masyarakat bukan hanya materi, bukan hanya pembangunan jalan, sekolah, akan tetapi mereka membutuhkan penyuluhan rohani dan kepuasan batin,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya ketulusan dalam berdakwah. “Semua yang keluar dari lubuk hati yang sangat dalam, itulah yang akan mendarat ke hati yang sangat dalam,” pungkasnya.

Dengan mengusung tema “Bergerak, Berinovasi, dan Berdampak”, Penais Award 2025 mencerminkan semangat transformasi layanan penyuluhan agama Islam di Indonesia.

Acara ini turut dihadiri Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmat, Direktur Penerangan Agama Islam Ahmad Islam, sejumlah bupati dan wali kota, pejabat eselon II Kemenag, serta para penyuluh agama dari berbagai daerah.

TAGS : Menteri Agama Nasaruddin Umar Penyuluh Agama Kepala Daerah

Terkini