Kasus Maba Unsri, Kemdiktisaintek Ingatkan Kampus Perkuat Pembinaan

Vaza Diva Fadhilah Akbar| Kamis, 25 Sep 2025 12:06 WIB
Sekretaris Kemdiktisaintek, Togar M. Simatupang, meminta seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk lebih serius dalam membina mahasiswa baru Gerbang utama Kampus UNSRI di Palembang, Sumatera Selatan (Foto: Ant/M Imam Pramana/aa)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Togar M. Simatupang, meminta seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk lebih serius dalam membina mahasiswa baru.

Permintaan ini disampaikan menanggapi kasus viral kegiatan Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himateta) Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang, yang memperlihatkan mahasiswa baru dipaksa saling mencium kening.

"(Setiap kampus agar) tidak menganggap enteng pembinaan maba (mahasiswa baru), terencana dan terkendali dengan baik," kata Togar di Jakarta, pada Kamis (25/9) dikutip dari Antara.

Ia menegaskan insiden tersebut menjadi perhatian bersama sehingga setiap kampus wajib memastikan adanya pembinaan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca juga :

"Setiap insan dan lembaga terlibat harus akuntabel untuk menjamin ruang kampus yang aman dan inklusif," lanjutnya.

Togar menyebut pihaknya sudah menerima laporan resmi dari Rektor Unsri, termasuk tindak lanjut yang telah dilakukan.

"Rektor sudah mengambil langkah yang komprehensif seperti pemberhentian kegiatan, membekukan himpunan, sampai melakukan investigasi melalui satgas," ucapnya.

Pihak Unsri sendiri telah memanggil Ketua dan Wakil Ketua Himateta, Ketua Angkatan 2023, serta panitia pelaksana untuk dimintai keterangan. Sebagai sanksi awal, Himateta dibekukan selama satu tahun.

Sementara itu, Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Unsri akan melanjutkan investigasi lebih lanjut terhadap para pelaku.

TAGS : Kemdiktisaintek Kasus Unsri mahasiswa baru Kampus

Terkini