Mendikdasmen Targetkan Semua Sekolah Gunakan IFP dalam 5 Tahun

Vaza Diva Fadhilah Akbar| Selasa, 14 Apr 2026 10:30 WIB
Kemendikdasmen terus memperkuat transformasi digital pendidikan melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran di satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Mendikdasmen Abdul Mu`ti sedang memberikan arahan dalam menggunakan IFP di Pati (Foto: Humas Kemendikdasmen)

Pati, Indonesiainfo.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat transformasi digital pendidikan melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran di satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Warga sekolah menyampaikan deretan pengalaman positif perihal penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital. 
 
Pelaksana tugas (Plt.) Kepala SMP Negeri 8 Pati, Rusmi, mengungkapkan pengalamannya menggunakan IFP di sekolah yang menambah suasana kolaboratif antar sesama guru guna meningkatkan mutu pembelajaran.

“Guru-guru didorong untuk belajar bersama dalam pemanfaatan IFP dan menggunakannya secara bergantian dalam pembelajaran. Meskipun masih terbatas, perangkat ini telah memberikan dampak signifikan terhadap keaktifan dan pemahaman siswa,” jelasnya di SMP Negeri 8 Pati, pada Minggu (12/4).
 
Ada juga, Guru TIK SMP Negeri 8 Pati, Mukhibatul Baroroh yang menjelaskan lebih detail bagaimana IFP mampu membuka ruang pembelajaran menjadi lebih interaktif dan partisipatif.

“Melalui fitur seperti multi-touch, touch screen, mirroring, hingga akses internet dan multimedia, pembelajaran dapat dikemas lebih interaktif. Siswa menjadi lebih aktif, antusias, dan lebih mudah memahami materi,” kata Mukhibatul.
 
Lebih lanjut, Baroroh menilai bahwa IFP terbukti nyata memperkuat kompetensi guru terhadap teknologi di ruang-ruang belajar.

Baca juga :

“Sekolah telah menyelenggarakan lokakarya terkait kecerdasan artifisial dan penggunaan IFP. Selain itu, melalui komunitas belajar, kami saling bertukar pengalaman sehingga ide pembelajaran menjadi lebih variatif,” kata Baroroh.
 
Namun di sisi lain, ia juga menyampaikan agar pemerintah dapat meningkatkan kualitas konektivitas guna menunjang pemanfaatan IFP supaya lebih optimal.

“Tantangan yang sering dihadapi adalah konektivitas jaringan yang belum stabil serta keterbatasan perangkat. Selain itu, perawatan IFP juga perlu dilakukan secara rutin,” ucapnya.
 
Di masa mendatang, Baroroh berharap dukungan program digitalisasi dapat terus diperkuat.

“Kami berharap adanya penguatan pelatihan digital, penyediaan konten pembelajaran, dukungan jaringan, serta penambahan unit IFP agar pemanfaatannya dapat lebih optimal,” tambahnya.
 
Pengalaman penggunaan IFP juga dirasakan langsung oleh para siswa. Di antaranya, siswa kelas IX, Amira Oktaviana, menyampaikan bahwa pembelajaran menjadi lebih mudah dan menarik.

“Menurut saya, menggunakan IFP lebih memudahkan dalam pembelajaran dibandingkan papan tulis biasa. Materi jadi lebih mudah dipahami dan lebih menarik untuk diikuti,” ujarnya.
 
Amira menambahkan bahwa penggunaan IFP membantunya saat presentasi di kelas.

“Saat presentasi, IFP sangat membantu karena bisa menampilkan gambar dengan jelas sehingga memudahkan saya menjelaskan materi,” tambahnya.
 
Pengalaman serupa juga dirasakan oleh siswa kelas IX lainnya, Keyla Patricia Agatha, yang merasakan perbedaan signifikan dalam proses pembelajaran.

“Belajar menggunakan IFP lebih menarik dan interaktif karena bisa menampilkan gambar, video, dan animasi. Materi jadi lebih mudah dipahami dibandingkan papan tulis biasa,” ucapnya.
 
Menurutnya, penggunaan teknologi juga meningkatkan minat belajar dan menambah pengalaman.

“Saya jadi lebih paham dan tertarik mengikuti pelajaran karena penyampaian materi lebih jelas dan tidak membosankan. Saat guru menampilkan video pembelajaran, suasana kelas jadi lebih seru dan saya lebih cepat memahami materi karena bisa melihat langsung contoh nyata,” ucapnya.

Di Kabupaten Pati, program digitalisasi telah menjangkau 1.108 satuan pendidikan melalui bantuan IFP beserta perangkat pendukung. Program ini mendorong pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran yang lebih menarik dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik.

“Program digitalisasi ini sangat membantu menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif serta meningkatkan kenyamanan bagi guru dan siswa,” ujar Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.

Sebagai wujud komitmen pemerintah dalam memastikan keberlangsungan program, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa dalam lima tahun ke depan, seluruh sekolah di Indonesia akan mendapatkan IFP.

“Setiap sekolah kami targetkan mendapatkan dua sampai tiga perangkat digital setiap tahun. Dalam lima tahun, seluruh ruang kelas diharapkan telah terfasilitasi teknologi pembelajaran,” kata Mu`ti.

TAGS : Mendikdasmen Abdul Mu`ti Program IFP Transformasi Digital Teknologi Pembelajaran

Terkini