
Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim (Foto: Dok DPR)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rivqy Abdul Halim, meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) menindak tegas pihak-pihak yang sengaja menaikkan harga masker secara tidak wajar di tengah situasi bencana. Praktik tersebut dinilai merugikan masyarakat yang membutuhkan masker untuk melindungi kesehatan.
“Kami meminta ada tindakan tegas bagi pihak-pihak yang dengan sengaja menaikkan harga masker dan kemudian menjualnya kembali dengan harga tinggi saat erupsi Gunung Anak Krakatau atau kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Tindakan tegas diharapkan dapat memberikan efek jera agar tidak terulang lagi. Kasihan masyarakat yang terdampak erupsi dan membutuhkan masker, tetapi malah harus mengeluarkan uang lebih untuk mendapatkannya,” ujar Rivqy Abdul Halim, di Jakarta, Rabu (9/9).
Pria yang akrab disapa dengan Gus Rivqy ini mengatakan menerima laporan mengenai harga masker dengan jenis dan spesifikasi sama yang sebelumnya dijual puluhan ribu rupiah, tetapi kemudian melonjak hingga ratusan ribu rupiah. Bahkan, terdapat laporan harga masker yang masih normal pada pagi hari, namun meningkat berkali-kali lipat pada sore harinya.
Tidak hanya soal harga, masyarakat juga dilaporkan mengalami kendala mendapatkan masker. Sejumlah pembeli yang telah memesan masker melalui marketplace disebut mengalami pembatalan pesanan, sementara barang yang sama kemudian ditawarkan kembali dengan harga lebih tinggi. Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin kesulitan memperoleh masker dengan harga yang wajar.
“Kita ini hidup di ring of fire. Kondisi gunung berapi aktif yang sewaktu-waktu dapat erupsi harus menjadi pengingat pentingnya ketersediaan barang untuk perlindungan kesehatan, termasuk masker. Tetapi jangan sampai situasi seperti ini justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Menurut legislator asal Jawa Timur ini , kebutuhan masker masih diperlukan di sejumlah wilayah yang terdampak abu vulkanik, termasuk Lampung dan Banten. Kebutuhan masker juga muncul di daerah yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Karena itu, ia meminta pemerintah turun tangan memastikan harga masker tetap terkendali dan tidak membebani masyarakat yang sedang menghadapi kondisi darurat.
“Pemerintah harus turun tangan untuk mengendalikan harga masker yang beredar di pasaran. Jangan sampai masyarakat yang sudah terdampak bencana justru semakin terbebani akibat harga masker yang melonjak,” katanya.
Ketua Umum Dewan Komando Pusat Panji Bangsa ini juga meminta pemerintah memastikan ketersediaan masker, termasuk untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, masyarakat tidak boleh dibiarkan menghadapi situasi darurat sendirian dalam memenuhi kebutuhan perlindungan kesehatan.
“Pemerintah harus memastikan ada ketersediaan masker untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Masyarakat jangan dibiarkan berjuang sendiri mendapatkan masker untuk melindungi diri mereka. Namun, di sisi lain, kami juga mengharapkan masyarakat tidak melakukan panic buying,” pungkasnya.
TAGS : Info DPR Komisi VI Rivqy Abdul Halim Penimbun Masker Bencana Erupsi Gunung