Menteri Koordinatir Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Ist)
Jakarta - Momentum pemulihan ekonomi yang tengah terjadi saat ini agar terus dijaga. Sejumlah indikator pemulihan ekonomi Indonesia yang dicapai, setelah melakukan pengendalian kasus COVID-19, melalui pembatasan dan pengetatan aktivitas.
Diantaranya, ekonomi yang tumbuh 3,5 persen, pada triwulan III-2021, indeks keyakinan konsumen yang berangsur meningkat, hingga PMI manufaktur yang bahkan mencetak rekor tertinggi pada Oktober lalu.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dalam Rapat Koordinasi Nasional dan Anugerah Layanan Investasi 2021 di Jakarta, Rabu (24/11).
"Momentum pemulihan ekonomi harus terus kita jaga. Dengan kita memelihara seperti ini, saya kira kita jangan terlalu paranoid lagi tetapi tetap hati-hati," kata Luhut.
Wakil Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) itu juga mengingatkan untuk tetap mawas diri dan hati-hati agar kasus COVID-19 tidak kembali meningkat dan PPKM tidak perlu diterapkan lagi.
Luhut mengatakan kondisi pandemi yang melandai di Tanah Air merupakan kerja sama semua pihak. Indonesia bahkan disebutnya sebagai satu-satunya negara di ASEAN yang saat ini berada di level 1.
"Kalau bapak ibu lihat, Indonesia di ASEAN itu satu-satunya saya kira yang level 1 hari ini. Indonesia sudah 126 hari pada level 1. Itu saya kira pencapaian yang sangat baik dan kita tidak boleh merusak ini," katanya.
Luhut pun mengingatkan agar semua pihak terus konsisten mempertahankan kondisi tersebut. Ia juga mengingatkan agar semua pihak tidak lengah karena tak ingin kejadian pada Juli lalu terulang.
"Ingat kenaikan kasus 3-15 Juli lalu, itu 12 hari dari 3 ribu, 4 ribu kasus langsung naik ke 56 ribu kasus. Ingat lagi, supaya jangan lupa, minggu-minggu itu WA (WhatsApp) kita penuh dengan pesan Innalillahi. Ini jangan kita ulangi lagi," imbuhnya.
Lebih lanjut, meski pemulihan ekonomi mulai terlihat, ia mengakui dampaknya ke kehidupan masyarakat masih membutuhkan waktu. Hal itu pun, disebutnya sangat diapresiasi oleh banyak negara. "Orang luar tuh mengapresiasi kita luar biasa. Kita saja yang kadang-kadang nyinyir," katanya.