Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Dokumentasi Humas Kemenkeu)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan situasi dunia saat ini dalam bahaya. Pasalanya, badai krisis ekonomi global siap menerjang. Pertumbuhan ekonomi hampir semua negara pun mengalami kontraksi.
Penyebabnya adalah pandemi yang belum berakhir, diperparah perang Rusia dan Ukraina, menjadi pemicu krisis pangan dan energi, sehingga menimbulkan gejolak inflasi hampir semua negara.
Pernyataan itu menjadi bagian hasil kesimpulan dari pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Negara anggota G20 di Washington DC, Amerika Serikat (AS) yang disiarkan melalui Youtube Bank Indonesia, Jumat (14/10).
"Situasi global yang kompleks karena tidak hanya faktor ekonomi tetapi juga faktor geopolitik yang membutuhkan lebih banyak kerja sama, koordinasi dan sinkronisasi kebijakan," ujar Sri Mulyani dalam keterangannya, diterima, Jum`at (14/10).
Menurut dia, tantangan ekonomi global yang kompleks tidak dapat diselesaikan satu negara atau berbagai negara yang bertindak sendiri. Dibutuhkan tindakan kolektif dari kelompok yang terdiri dari 85% ekonomi dunia melalui beragam perwakilan di berbagai negara untuk memastikan semua suara didengar.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini pun berharap Presidensi G20 Indonesia, mampu menavigasi dan menjaga keutuhan para anggota dalam menyelesaikan masalah-masalah terpenting yang dihadapi ekonomi dunia dengan semangat kerja sama, kolaborasi, dan konsensus.
"Saya percaya G20 merupakan sumber harapan untuk membantu dunia menavigasi gelombang krisis yang memporak-porandakan situasi global yang tengah kita hadapi. Kepercayaan ini lahir dari kesuksesan G20 dalam merespon Krisis Keuangan Global 2008, hingga yang terkini dalam aksi penanganan pandemi," kata Sri Mulyani.