Illustrasi - buah sawit menumpuk lantaran ekspor sedang berkurang. (Foto: Ist)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Ekspor minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) sedang berkurang lantaran permintaan dari luar negeri turun. Imbasnya, stok CPO di dalam negeri kini tengah menumpuk.
Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) mencatat jumlah CPO yang menumpuk sebanyak 6,17 juta ton dari seluruh di Indonesia. CPO tersebut merupakan pasokan yang siap ekspor dari November 2022 sampai Januari 2023.
“Ekspor CPO memang sedang menurun karena memang kondisi pasar yang melemah akibat kondisi ekonomi global yang kurang baik sehingga permintaan ekspor juga melemah,” kata Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono di Jakarta, Jum`at (10/2).
Namun, Eddy menyebutkan, produksi minyak nabati non sawit seperti minyak kedelai masih bagus. Hal ini karena adanya dampak pada harga minyak nabati dunia termasuk sawit.
Menurutnya, untuk bisa meningkatkan ekspor disaat kondisi pasar melemah, pemerintah diharapkan dapat memberikan insentif dengan sementara menurunkan pungutan ekspor (PE) dan bea keluar (BK). “Seperti tahun lalu PE nol, namun untuk sekarang mungkin tidak harus nol,” ujarnya.
Sementara untuk mendorong permintaan CPO dalam negeri, melalui program biodiesel B35 mulai awal Februari 2023 ini juga diharapkan bisa menambah penyerapan CPO di dalam negeri.