• EKSEKUTIF

Kementan Bakal Latih Petani dan Penyuluh Maksimalkan Pupuk Organik

| Senin, 13 Mar 2023 22:02 WIB
Kementan Bakal Latih Petani dan Penyuluh Maksimalkan Pupuk Organik Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi dalam konferensi pers di Bogor, Jawa Barat, Senin (13/3/2023).

Bogor, Indonesiainfo.id - Kementerian Pertanian (Kementan) akan membuka pelatihan sejuta petani dan penyuluh Volume 5 Tahun 2023 dengan tema "Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik), pekan ini. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan petani dan penyuluh dalam menggunakan pupuk organik.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan, pelatihan ini bakal dibuka secara online ataupun offline oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) pada Kamis (16/3/2023).

"Insya Allah, pelatihan ini akan dibuka langsung oleh Pak Mentan. Setiap pelatihan kita tidak kurang dari 1,6 juta peserta yang bergabung. Pelatihan yang kelima ini, petani dan penyuluh yang sudah mendaftarkan diri sudah lebih dari 1,2 juta orang dari target 1,8 juta orang," kata Dedi dalam konferensi pers di Bogor, Jawa Barat, Senin (13/3/2023).

Dedi merinci, total petani dan penyuluh yang ikut dalam berbagai pelatihan BPPSDMP Kementan sejak dua tahun lalu mencapai 10,2 juta orang, terdiri dari petani milenial, petani berusia tua, hingga penyuluh.

Dengan dibukanya pelatihan yang kelima ini, lanjut Dedi, total peserta setidaknya sudah mencapai lebih dari 11,4 juta orang.
“Kita melakukan pelatihan baik yang online ataupun offline, sampai dengan Februari 2023 mencapai 10,2 juta orang. Hari Rabu nanti, 11,4 juta orang,” ujar Dedi.

Lebih lanjut, Dedi menyampaikan, pelatihan yang akan digelar tersebut akan fokus membahas penggunaan pupuk organik, pupuk hayati, serta pupuk kimia secara berimbang alias Genta Organik.

Dedi menekankan, Genta Organik dapat menjadi alternatif bagi petani di tengah tingginya harga pupuk. Menurutnya, melalui penggunaan pupuk berimbang, ketergantungan terhadap pupuk kimia bisa dikurangi.

"Pupuk organik dan hayati bisa dibikin sendiri oleh petani lalu dikombinasikan dengan pemanfaatan pupuk kimia sesuai kebutuhan. Jangan berlebih karena bisa timbulkan penyakit dan buang-buang duit. Inilah yang disebut gerakan petani pro organik," ujarnya.