• EKSEKUTIF

Tragedi Kanjuruhan Tercantum di Surat FIFA, Erick Thohir Buka Suara

| Minggu, 02 Apr 2023 22:25 WIB
Tragedi Kanjuruhan Tercantum di Surat FIFA, Erick Thohir Buka Suara Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Foto: Ist)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Ketua Umum PSSI Erick Thohir buka suara soal penvantuman tragedi Kanjuruhan dan bukan Israel di isi surat FIFA untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Erick Thohir mengemukakan hal itu setelah melaporkan hasil pertemuannya dengan Presiden FIFA di Doha, Qatar, kepada Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jumat (31/3).

Menurut Erick Thohir, surat dari Presiden FIFA Gianni Infantino kepada Jokowi membicarakan salah satunya soal standardisasi keamanan.

"Kalau di surat, saya pengertiannya di situ FIFA bicara transformasi lagi. FIFA menyiapkan tim untuk transformasi sepak bola salah satunya memang waktu (insiden) Kanjuruhan itu isu standardisasi dari pada keamanan," ujar Erick Thohir saat memberikan keterangan pers di kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta.

Meski membahas soal standardisasi keamanan, Menteri BUMN ini mengaku tidak melihat langsung isi surat Presiden FIFA.

Di sisi lain, Presiden Jokowi telah menginstruksikan dua hal untuk segera dilakukan PSSI, salah satunya menyelesaikan peta biru transformasi sepak bola nasional.

Lalu, Jokowi juga menginstruksikan agar Erick kembali membuka pembicaraan dengan FIFA agar Indonesia tidak dikenakan sanksi terberat.

Diketahui, sanksi terberat yang kemungkinan FIFA berikan yakni tidak berkompetisi dalam kejuaraan mana pun di tingkat dunia, seperti pada tahun 2015.

Dari instruksi Presiden tersebut, Erick menilai bahwa FIFA mementingkan standar keamanan (security) dan keselamatan (safety) di enam stadion yang menjadi venue Piala Dunia U20 agar tidak terulang seperti pada tragedi Kanjuruhan.

"FIFA mengecek lapangan yang enam dipakai ini (awalnya untuk Piala Dunia U-20, red) sesuai dengan standar atau tidak juga karena itu. Jadi, memang security dan safety menjadi penting. Kita sebagai host country juga security dan safety menjadi penting," katanya.

"Ini menjadi hal yang sangat kita harus standardisasikan, yang namanya manajemen pertandingan, manajemen lapangan pertandingan itu harus menjadi hal-hal standar kalau memang kita mau menjadi transformasi," pungkas eks bos Inter Milan tersebut.