• EKSEKUTIF

Wamenag: Kontestasi Politik Jangan Jadi Ajang Perpecahan

Syafira | Jum'at, 12 Mei 2023 19:42 WIB
Wamenag: Kontestasi Politik Jangan Jadi Ajang Perpecahan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid (Foto: Ist)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi mengajak semua elemen bangsa untuk terus mempererat persaudaraan dan tidak menjadikan kontestasi atau perbedaan politik sebagai ajang pemicu perpecahan di tengah masyarakat.

Wamenag juga mengajak elit bangsa untuk belajar menjadi negarawan, sebelum mendapat kepercayaan rakyat untuk mengurus negara melalui berbagai jabatan politik, baik di pusat dan di daerah.

"Kontestasi politik tidak boleh menggerus persatuan bangsa dan mengikis persaudaraan antar anak bangsa," kata Wamenag di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (11/5/2023).

Wamenag menilai seminar literasi digital ini tepat dikaitkan dengan moderasi beragama. Menurutnya, pendekatan moderasi beragama dapat mendekatkan hubungan antarelemen umat dan bangsa yang rentan mengalami gesekan.

Menurtu dia, pembedaan `kami` dan `mereka` dalam kategori sosial acapkali menciptakan jarak atau memperhadapkan satu kelompok dengan kelompok lain, satu golongan dengan golongan lain, bahkan tidak jarang menyuburkan rasa kebencian.

"Moderasi beragama adalah sikap jalan tengah, washatiyyah, tidak berada dalam kutub ekstrem dan tidak berlebih-lebihan dalam segala hal. Segala yang berlebih-lebihan seringkali membawa akibat kurang baik, termasuk dalam memuji atau mengkritik melalui media sosial," jelas dia.

Sikap, cara pandang dan praktik moderasi, lanjut Wamenag, menjadi hal yang relevan dijadikan sebagai perspektif dalam melihat persoalan bangsa dan menyikapi perbedaan di antara sesama anak bangsa.

"Para founding fathers negara Republik Indonesia mendirikan negara-bangsa pada tahun 1945 bukan dengan menghilangkan segala kebhinekaan, tetapi menjadikannya sebagai modal untuk membangun persatuan dan merajutnya menjadi tunggal ika. Hal itu diabadikan menjadi semboyan pada lambang negara burung Garuda Pancasila," ucap dia.