Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (Dok. Humas Kementerian PUPR).
Jakarta, Indonesiainfo.id - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia Basuki Hadimuljono mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Korea Selatan yang telah memberikan pelatihan dalam program Smart City Development Program Indonesia-Korea, yang telah melibatkan 25 orang tenaga ahli asal Indonesia.
Saat ini, seluruh tenaga ahli tersebut telah ditempatkan di kawasan IKN Nusantara untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka peroleh.
“Pemerintah Indonesia juga tengah melakukan studi kelayakan untuk membangun terowongan bawah laut dari Balikpapan menuju IKN Nusantara. Diharapkan, teknologi dari Korea dapat diterapkan di Indonesia dalam waktu dekat. Rencananya, studi kelayakan ini akan selesai pada Agustus 2023,” kata Menteri Basuki, dalam keterangannya, Senin (10/7/23).
Hal tersebut disampaikan Menteri Basuki saat menghadiri pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Republik Korea Selatan, Won Hee-ryong, di Korea Territorial Development Museum, Seoul, Jumat (7/7/2023).
Menteri Basuki juga mendorong dilanjutkannya proyek kemitraan antara pemerintah dan swasta (Public-Private Partnership/PPP) dalam pembangunan 47 tower hunian bagi 16.000 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan ditugaskan ke IKN Nusantara.
“Kami akan berkoordinasi dengan Land and Housing Corporation untuk mengupayakan dilanjutkannya proses proyek inisiatif dari Korea Selatan untuk Indonesia tersebut,” jelas Menteri Won Hee-ryong.
Pertemuan bilateral antara kedua negara ini menandai langkah penting untuk melanjutkan penguatan kerja sama dalam bidang pengembangan infrastruktur. Dalam pertemuan ini, Indonesia dan Korea Selatan berkomitmen untuk terus mempererat hubungan bilateral dan menjalin kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua negara.
Dalam kesempatan ini, Menteri Basuki juga menyampaikan bahwa pada 2024 mendatang, Indonesia akan menjadi tuan rumah 10th World Water Forum di Bali. Dan turut mengundang Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Kami juga berharap Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan dapat mendorong pihak-pihak swasta di Korea Selatan untuk memiliki paviliun khusus di 10th World Water Forum di Bali pada 2024 mendatang,” tandas Menteri Basuki.
Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Plt. Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko dan Direktur Sungai dan Pantai Bob Arthur Lambogia. (May)