• EKSEKUTIF

Hadapi Tahun Pemilu, Kemlu Tekankan Penguatan Demokrasi

M. Habib Saifullah | Jum'at, 21 Jul 2023 18:30 WIB
Hadapi Tahun Pemilu, Kemlu Tekankan Penguatan Demokrasi Foto bersama usai penyelenggaraan forum Bali Civil Society and Media Forum (BCSMF) 2023, yang diselenggarakan oleh Kemlu RI bekerjasama dengan Civil Society Organization (CSO) dan media, di Bali, pada kamis (20/7). (Foto: Kemlu)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menekankan penguatan demokrasi, hal ini sejalan dengan kondisi tahun 2023 dan 2024 merupakan tahun pemilihan umum (Pemilu) bagi wilayah Asia.

Sejumlah Pemilu akan di selenggarakan di Thailand, Singapura, Kamboja, Indonesia, Pakistan, Bangladesh, dan India.

Penguatan dan pemulihan demokrasi terimplementasi dalam Pemilu, hal tersebut menjadi topik utama dalam forum Bali Civil Society and Media Forum (BCSMF) 2023, di Bali, pada kamis (20/7).

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah menekankan pemilihan umum merupakan elemen penting dalam mengekspresikan komitmen terhadap diri sendiri, sesama, negara, dan dunia. Hal ini menjadi kunci untuk memperkuat demokrasi di berbagai negara.

"Hal ini menjadi kunci untuk memperkuat demokrasi di berbagai negara," kata Faizasyah dalam keterangannya.

BCSMF 2023 diselenggarakan oleh Kemlu Ri bekerjasama dengan Civil Society Organization (CSO) dan media, seperti Dewan Pers Republik Indonesia, Institute for Peace and Democracy (IPD), Friedrich Ebert Stiftung (FES), Westminster Foundation for Democracy (WFD), Asia Democracy Network (ADN), dan Asia Democracy Research Network (ADRN).

Ketua Dewan Pers Republik Indonesia, Dr. Ninik Rahayu menyatakan pemilu adalah salah satu instrumen demokrasi yang memungkinkan negara untuk menjamin hak-hak fundamental warga negaranya.

Sementara itu, Resident Director FES menyoroti beberapa hal penting untuk menciptakan pemilu yang sehat, seperti pentingnya pendidikan sipil dan politik bagi masyarakat, keseimbangan gender dalam partisipasi politik, serta kebebasan media yang harus dijaga dengan baik.

Acara ini bertujuan mendialogkan nilai-nilai demokrasi antara negara-negara dan meningkatkan rasa saling percaya dan menghargai di antara bangsa-bangsa.

Diharapkan BCSMF 2023 menjadi pijakan bagi negara-negara di kawasan Asia untuk menyelenggarakan pemilu yang berintegritas dan mampu menjawab tuntutan warganya dalam upaya membangun masyarakat yang lebih partisipatif dan demokratis. (Magang)