• EKSEKUTIF

Dunia Krisis Peluru, Jokowi Dorong Pindad Tingkatkan Produksi

Eko Budhiarto | Senin, 24 Jul 2023 19:48 WIB
Dunia Krisis Peluru, Jokowi Dorong Pindad Tingkatkan Produksi Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto Ist)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong PT Pindad (Persero) agar terus meningkatkan alat utama sistem senjata (alutsista), khususnya peluru. Sebab, menurutnya saat ini dunia sedang mengalami kekurangan atau krisis peluru. Bahkan dalam setiap kunjungannya ke negara lain, ketersediaan peluru selalu menjadi topik yang dibahas antarpemimpin negara.

“Di setiap kunjungan saya ke negara lain, mereka selalu menanyakan mengenai yang berkaitan dengan barang ini, peluru. Dan sekarang dunia memang kekurangan peluru,” ujar Presiden dalam keteragannya, Senin (Senin, (24/7).

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Jokowi usai berkunjung ke Kompleks PT Pindad (Persero) di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Dalam kunjungan itu, Presiden Jokowi didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi megatakan, industri pertahanan Indonesia memiliki peluang yang baik di masa mendatang dan harus terus dikembangkan. 

“Saya hanya ingin menggarisbawahi bahwa industri pertahanan di negara kita memang memiliki prospek yang baik dan harus dikembangkan, baik yang berkaitan dengan peluru, baik yang berkaitan dengan kendaraan, baik yang berkaitan dengan senjata, semuanya karena permintaannya banyak,” kata Jokowi.

Oleh karena itu, Presiden minta jajarannya untuk mencari mitra kerja dan menjalin kerja sama dengan pihak lain agar pengembangan PT Pindad (Persero) dapat berjalan dengan lebih cepat.

Menurut Presiden, produksi PT Pindad saat ini mengalami peningkatan setelah mendapatkan suntikan modal dari pemerintah sebesar Rp700 miliar melalui skema penyertaan modal negara (PMN).

“Sebelum diberi PMN produksi Pindad untuk peluru ini 275 juta peluru. Setelah kita beri PMN sebesar Rp700 miliar, produksinya meningkat 415 juta peluru hampir 2 kali lipat karena memiliki line tambahan dari PMN yang telah kita berikan,” ujar Jokowi.

Selain itu, pemerintah juga akan memindahkan pabrik PT Pindad (Persero) yang ada di Bandung ke kawasan industri di Subang secara bertahap. Hal tersebut turut dilakukan pemerintah dalam rangka pengembangan PT Pindad (Persero).

“Sehingga betul-betul memiliki sebuah lahan yang luas untuk pengembangan Pindad karena memiliki prospek yang sangat baik,” pungkas Jokowi