• EKSEKUTIF

BKKBN: Pengendalian Penduduk Sudah On The Track

Syafira | Senin, 14 Agu 2023 15:07 WIB
BKKBN: Pengendalian Penduduk Sudah On The Track Sekretaris Utama BKKBN Tavip Agus Rayanto, dalam webinar Hasil Penghitungan Indikator Kinerja Utama (IKU) BKKBN Tahun 2022, Jakarta, Senin (14/8/23). (Foto: BKKBN)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatakan, pengendalian jumlah penduduk khususnya pengendalian kelahiran secara nasional sudah on the track menuju target ideal 2,1 anak per wanita pada tahun 2024.

Berdasarkan hasil perhitungan IKU BKKBN yang teranyar, Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate/TFR) telah mencapai 2,14 dari target 2,21 pada tahun 2022.

"Capaian tersebut menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan pemerintah selama ini terkait pengendalian jumlah penduduk khususnya pengendalian kelahiran secara nasional on the track menuju target ideal 2,1 anak per wanita," kata Sekretaris Utama BKKBN Tavip Agus Rayanto, dalam webinar Hasil Penghitungan Indikator Kinerja Utama (IKU) BKKBN Tahun 2022, Jakarta, Senin (14/8/23).

Aspek yang penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM), di mana pembangunan berwawasan kependudukan menempatkan penduduk tidak hanya sebagai obyek pembangunan saja, tetapi juga sebagai subyek pembangunan.  

"Sebagai obyek pembangunan berarti penduduk tersebut perlu dikendalikan jumlahnya dan sebagai subyek pembangunan berarti penduduk tersebut perlu ditingkatkan kualitasnya," tutur Tavip.

Dia mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk menurunkan TFR untuk mewujudkan keluarga berkualitas dan pertumbuhan penduduk yang seimbang dan penduduk tumbuh seimbang atau PTS.

"Terwujudnya Keluarga Berkualitas dan Pertumbuhan Penduduk yang Seimbang dan Penduduk Tumbuh Seimbang atau PTS akan diwujudkan dengan menurunkan angka kelahiran total atau TFR menjadi 2,1 anak per wanita pada tahun 2024," ujar dia.

Sebagai informasi, secara global, TFR 2,1 dianggap sebagai replacement level atau tingkat di mana sebuah generasi akan menggantikan generasi sebelumnya sehingga tidak terjadi pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali.

Perhitungan ini dilakukan dengan asumsi tingkat kematian yang rendah, angka harapan hidup di atas 70 tahun, dan migrasi diabaikan.

Akan tetapi, hasil penelitian di tingkat global menunjukkan angka replacement fertility pada periode 1995-2000 bervariasi antar negara, mulai dari 2,09 anak di negara maju sampai dengan 3,43 anak di negara berkembang di benua Afrika.

Variasi ini terutama disebabkan oleh perbedaan tingkat kematian atau umur harapan hidup, angka kematian wanita usia subur, dan sex ratio pada saat lahir.

"Oleh karena itu, kami mengharapkan kajian dan masukan dari para pakar mengenai replacement fertility yang sesuai dengan kondisi sosial dan demografis Indonesia saat ini untuk mencapai penduduk tumbuh seimbang, baik jangka pendek maupun jangka panjang dalam rangka mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan," imbuh dia.

Indikator kinerja Utama BKKBN terdiri dari sembilan indikator, termasuk di antaranya TFR dan ASFR umur 15-19 tahun, unmet need serta Indeks Pembangunan Keluarga atau iBangga.

Tahun 2022 capaian IKU dihitung dengan menggunakan sumber data dari hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) 2021 yang dilaksanakan di tahun 2022. 

Pada tahun 2023 ini pun BKKBN sedang melaksanakan pemutahiran Pendataan Keluarga, di mana kegiatan pengumpulan data sudah selesai dilaksanakan di akhir bulan Juli.

Pendataan Keluarga 2021 berhasil mengumpulkan data dan informasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dari 67.457.760 keluarga.