• EKSEKUTIF

Di BRICS, Jokowi Gaungkan Spirit Bandung Hadapi Krisis Global

Syafira | Kamis, 24 Agu 2023 20:28 WIB
Di BRICS, Jokowi Gaungkan Spirit Bandung Hadapi Krisis Global Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto Ist)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menekankan, butuh kekompakan dan solidaritas antarnegara, termasuk di antara negara-negara selatan global, untuk menghadapi krisis global. Karenanya, Dia menegaskan bahwa semangat ‘Bandung’ yang masih sangat relevan harus terus diperkuat.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi dalam sesi BRICS-Africa Outreach and BRICS Plus Dialogue, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-15 yang digelar di Sandton Convention Center, Johannesburg, Republik Afrika Selatan, pada Kamis (24/8/23).

“Kehadiran saya di sini juga didasari keinginan untuk terus menghidupkan ‘spirit Bandung’ yang masih sangat relevan sampai saat ini, dimana solidaritas, soliditas, dan kerja sama antarnegara berkembang perlu terus diperkuat,” kata Jokowi dikutip dari laman resmi Presiden RI.

Presiden Jokowi melihat bahwa situasi dunia saat ini berada di tengah situasi yang mengancam kehidupan umat manusia. Hal tersebut dikarenakan oleh perang dan konflik yang terjadi saat ini.

“Perang dan konflik telah menyebabkan tragedi kemanusiaan, krisis pangan telah mengakibatkan puluhan juta orang jatuh miskin,” kata Presiden.

Selain itu, Presiden juga menyebut bahwa ancaman lainnya yang juga mengancam kehidupan dunia yakni perubahan iklim. “Belum lagi, ancaman perubahan iklim yang mengintai umat manusia,” tandasnya.

Oleh sebab itu, untuk menghadapi berbagai situasi tersebut, Presiden Jokowi memandang bahwa kolaborasi dan solidaritas antarnegara di seluruh dunia sangat dibutuhkan, seperti halnya saat menghadapi pandemi Covid-19.

“Dari pandemi kita telah diajarkan bahwa krisis global tidak akan bisa selesai kalau kita bekerja sendiri-sendiri atau oleh sekelompok negara saja, dibutuhkan kolaborasi dan solidaritas bersama untuk mengatasinya,” ujar Presiden.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa kehadirannya dalam KTT BRICS ke-15 selain untuk Indonesia juga untuk mewakili suara rakyat negara-negara selatan global yang juga menginginkan solusi terbaik untuk menghadapi krisis tersebut.

“Kehadiran saya hari ini bukan hanya sebagai pemimpin Indonesia, tapi sebagai sesama pemimpin the global south, yang mewakili 85 persen populasi dunia, yang inginkan win-win formula,” tegasnya.

Sebagai informasi, Spirit Bandung merupakan semangat yang dilahirkan dalam Konferensi Asia Afrika (KAA) Tahun 1995. KAA tersebut menghasilkan Dasasila Bandung yang menjadi titik mula kerja sama negara-negara Asia Afrika. Salah satu yang diusung dalam Spirit Bandung ialah seruan perdamaian antar-bangsa dan menghrmati hak negara lain.