Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi bertemu dengan Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat (AS) Kamala Harris, di sela-sela KTT ASEAN pada hari Rabu (6/09) di Jakarta. (Foto: Kemenko Perekonomian)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapannya untuk memasok kebutuhan baterai kendaraan listrik di Amerika Serikat (AS).
Hal itu mencuat dalam pertemuan antara Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi dengan Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat (AS) Kamala Harris, di sela-sela KTT ASEAN pada hari Rabu (6/09) di Jakarta.
Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama ekonomi kedua negara dalam kerangka kemitraan strategis, antar lain terkait Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) dan mineral kritis.
“IPEF harus dapat memberikan manfaat nyata bagi anggota-anggotanya, khususnya dari kerja sama rantai pasok yang telah disepakati dalam Pertemuan Tingkat Menteri IPEF di Detroit, AS bulan Mei 2023 lalu,” kata Jokowi dikutip dari situs Kemenko Perekonomian RI.
“Indonesia siap menjadi bagian dari rantai pasok global untuk AS termasuk bermitra dengan AS untuk produk semi konduktor,” sambung Presiden Jokowi.
Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan harapannya agar kebijakan Inflation Reduction Act (IRA) dapat memfasilitasi peluang untuk berkolaborasi dengan seluruh pihak khususnya bagi negara mitra IPEF guna memanfaatkan subisidi hijau IRA untuk mineral kritis.
“Indonesia merupakan produsen dan pemilik cadangan nikel terbesar di dunia dengan cadangan nikel mencapai 21 juta metrik ton sehingga Indonesia dapat menjadi pemasok kebutuhan baterai untuk kendaraan listrik di AS. Indonesia mengajak AS untuk membahas pembentukan Critical Mineral Agreement (CMA),” kata Jokowi.
Disebutkan, pernyataan tersebut dapat meyakinkan AS atas potensi kerja sama ekonomi yang besar bagi kedua negara sekaligus mengundang sejumlah investor asing AS untuk menggarap sektor nikel di Indonesia.
Pertemuan bilateral juga membahas isu-isu lainnya seperti Just Energy Transition Partnership (JETP). Indonesia sampaikan harapan agar AS dapat memenuhi komitmen dalam berinvestasi senilai US$20 miliar, yang akan memobilisasi pendanaan publik dan swasta dalam jumlah besar untuk mendukung transisi energi Indonesia dan pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan iklim.
Sementara itu, sebelumnya, Wapres Kamala Harris menyampaikan bahwa Indonesia merupakan mitra penting bagi AS karena telah memiliki hubungan diplomatik yang panjang serta telah memasuki usia diplomatik 73 tahun.
Indonesia, kata dia, juga turut membantu dalam menciptakan kemakmuran dan keamanan bagi AS dan negara-negara di kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
“Saya mengapresiasi seluruh kerja keras Indonesia untuk suksesnya penyelenggaraan KTT ASEAN dan perannya sebagai ASEAN Chairmanship,” ujar Wapres Kamala Harris.
Dalam pertemuan tersebut Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan sejumlah Menteri lainnya.