Induk orang utan yang berjalan bersama anaknya di area tambang di Kalimantan Timur (Kaltim) dievakuasi. (Foto: Detik)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim) telah melakukan upaya penyelamatan terhadap induk orang utan kurus yang belakangan ini jadi perbincangan di media sosial.
Induk orang utan yang berjalan bersama anaknya di area tambang di Kaltim ini, dievakuasi BKSDA Kaltim melalui Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi Konservasi Wilayah II Tenggarong pada Sabtu (22/9/2). Sementara untuk anak Orangutan itu masih dalam upaya pencarian.
"Upaya penyelamatan (rescue) induk orang utan telah dilakukan oleh kami di lokasi pertambangan PT. IDXM yang berbatasan dengan lokasi pertambangan PT. GAM di Kutai Timur, Kalimantan Timur," ujar Kepala SKW II Tenggarong, BKSDA Kaltim, Suriawaty Halim dikutip dari laman KLHK pada Senin (25/9).
"Saat ini, induk Orangutan berada dalam pengawasan ketat tim medis kami dan akan dilakukan upaya-upaya medis yang diperlukan untuk memastikan kesehatannya agar layak untuk dapat dilepasliarkan kembali ke alam" tambahnya.
Sementara itu, Kepala BKSDA Kalimantan Timur, M. Ari Wibawanto mengatakan, lokasi penemuan induk orangutan dan anaknya bukan berada di areal IKN, namun ditemukan di lokasi pertambangan batu bara di Kabupaten Kutai Timur yang lokasinya cukup jauh dari areal IKN.
"Upaya perlindungan terhadap satwa liar wajib dilakukan oleh semua pihak sesuai amanat yang tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2023 tentang Pengarusutamaan Pelestarian Keanekaragaman Hayati dalam Pembangunan Berkelanjutan. Untuk itu kami menghimbau seluruh pihak agar ikut menjaga kelestarian orangutan serta menjaga habitatnya,” terang Ari.
Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi Konservasi Wilayah II Tenggarong, BKSDA Kaltim sampai saat ini masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap anak Orangutan dimaksud.
"Semoga segera dapat ditemukan dan untuk dapat diselamatkan," pungkas Ari