• EKSEKUTIF

Kemensos Kucurkan Kompor Inovasi Limbah Sawit, Ini Penampakannya

Syafira | Minggu, 03 Mar 2024 19:13 WIB
Kemensos Kucurkan Kompor Inovasi Limbah Sawit, Ini Penampakannya Kemensos Kucurkan Kompor Inovasi Limbah Sawit, Ini Penampakannya. (Foto: Kemensos)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Kementerian Sosial (Kemensos) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) menjalin kerja sama meluncurkan kompor inovasi berbahan bakar limbah sawit.

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengatakan, peluncuran kompor berbahan bakar limbah sawit ini guna menjawab aduan masyarakat, khususnya di Desa Seuneubok, Darul Aman, Aceh Timur yang sulit mendapatkan gas elpiji tiga kilogram dan kalaupu ada, harganya sangat mahal.

"Dari pada terbuang, limbah sawit lebih baik digunakan untuk bahan bakar," ujar Mensos Risma dalam keterangannya dilansir Minggu (3/3).

"Adapun kompor yang digunakan hasil rancangan IPB. Tetapi karena desainnya sederhana, bisa dibuat di sini sehingga berhasil menggerakan perekonomian masyarakat desa," kata Mensos.

Sementara itu, Ketua Forum Keserasian Sosial (FKS) Desa Seuneubok Simpang, Kafriyadi mengatakan, kompor inovatif sudah diuji coba sejak September 2023 dan hasilnya sangat memuaskan.

"Masyarkat tidak lagi mengeluarkan biaya mahal untuk membeli gas elpiji karena bahan bakar berupa sawit tersedia melimpah di sini,” ujarnya.

Menurut Kafriyadi, buah sawit yang sudah membusuk atau tercecer dari tangkainya biasannya dibuang. Sekarang oleh masyarakat desa, buah sawit tersebut dijemur tidak terlalu kering kemudian digunakan untuk bahan bakar.

Kompornya sederhana berupa tabung berdiameter sekitar 15 cm dan tinggi 20 sentimeter. Buah sawit yang sudah kering kemudian di masukkan begitu saja ke dalam kompor yang di atasnya ditempatkan panci untuk memasak atau wajan untuk penggorengan.

“Sekitar 25 butir sawit kering, cukup untuk memasak sekitar satu jam,” kata Kafriyadi.

Di bagian bawah kompor terdapat lubang dan penutup udara. Jika penutup dibuka lebar, maka nyala api akan membesar. Demikian sebaliknya jika penutup udara ditutup maka nyala api akan mengecil. “Kompornya sangat praktis, sehingga disukai ibu-ibu,” kata Kafriyadi.

Lebih penting lagi masyarakat tidak perlu lagi membeli gas elpiji sehingga menghemat pengeluaran serta ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah atau buah sawit yang membusuk. Inovasi Kementerian Sosial ini menjadi solusi praktis dan efektif bagi masyarakat.