• EKSEKUTIF

Bapanas Pastikan Stok Pangan Jelang Idul Fitri Aman

Eko Budhiarto | Kamis, 28 Mar 2024 15:51 WIB
Bapanas Pastikan Stok Pangan Jelang Idul Fitri Aman Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi. (Foto: Ist)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Badan Pangan Nasional memastikan stok pangan menghadapi minggu terakhir puasa dan menjelang Idul Fitri 1445 H/2024 dalam kondisi aman.

Arief mengatakan pihaknya bersama BUMN bidang pangan dan segenap pemerintah daerah berkomitmen terus menjaga ketersediaan stok pangan strategis. Hal ini agar harga pangan dapat terkendali dan tidak melonjak drastis.

"Kemarin rapat persiapan Idul Fitri bersama Bapak Menko PMK dan Bapak Kapolri, kami dari Badan Pangan Nasional telah menghitung melalui proyeksi neraca pangan dan hasilnya proyeksi 12 komoditas pangan strategis kita senantiasa aman dan cukup sampai April mendatang," ujarnya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, di sela mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau penyaluran bantuan pangan beras di Gudang Perum Bulog Kalangkangan, Tolitoli, Sulawesi Tengah, Rabu (27/3/2024).

Arief juga mengatakan bahwa berbagai langkah intervensi telah pemerintah laksanakan demi ketersediaan pasokan bagi masyarakat.

"Kebijakan relaksasi HET (Harga Eceran Tertinggi) beras premium yang diperpanjang sampai 23 April, itu karena kita mau flash out stok beras yang sebelumnya telah dibeli kalangan pengusaha dengan harga tinggi. Saya sampaikan ke Bapak Presiden karena ini dekat lebaran, jadi perlu perpanjangan itu supaya ketersediaan stok beras ada dan merata di pasaran," ucapnya.

"Nanti relaksasi ini setelah berlaku sebulan, setelah tanggal 23 April, setelah itu kita akan kumpulkan seluruh stakeholder perberasan untuk hitung HET. Mulai dari akademisi, Serikat Petani Indonesia, HKTI, LIPI, BRIN, sampai Bulog. Semuanya menghitung. Tapi seperti yang pernah saya sampaikan bahwa apa pun keputusan pemerintah nanti tidak akan pernah bisa 100 persen membuat semua pihak happy," lanjutnya.

Upaya intervensi lainnya berupa memasifkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh daerah. Sejak Januari sampai minggu ketiga Maret, realisasi GPM telah mencapai 2.720 kali.

Nantinya di 1 April, Bapanas akan menyerentakkan GPM se-Indonesia dengan target sementara di 597 kali selama April 2024.

Sementara, realisasi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sampai 25 Maret telah menyentuh angka 517 ribu ton. U

ntuk realisasi penyaluran bahan pangan beras secara nasional per 26 Maret telah berada di 90,77 persen atau 599 ribu ton dari target salur Januari-Maret di 660 ribu ton.