Menteri Sosial, Tri Rismaharini. (Foto: Ist)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memaparkan penanganan bencana di Indonesia di forum global, Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) di Paris, Prancis.
Dalam rilis Kemensos (Kemensos) yang diterima pada Kamis (11/4), disebutkan bahwa Risma menjadi pembicara pembuka pada hari kedua forum infrastruktur tersebut dengan tema “Critical Infrastructure Resilience.”
Kemensos Indonesia telah menyiapkan sistem lumbung sosial 613 lumbung tersebar di 29 provinsi. Selain itu, Kemensos menyiapkan buffer stock atau stok penyangga tersebar di 328 kota/kabupaten untuk membantu logistik saat terjadi bencana dan penanganan pascabencana.
Isi stok itu, katanya di Paris, Rabu (10/4) pagi waktu setempat, antara lain makanan, pakaian, tenda, pengolahan air minum, dapur umum, dan sarana kebersihan, seperti mesin cuci, sistem penerangan menggunakan energi Matahari, dan toilet portabel.
Logistik tersebut untuk kelangsungan kehidupan keseharian warga.
Di samping itu, Kemensos menyiapkan penyembuhan trauma, tempat ibadah sementara, dan sekolah darurat yang dapat dilaksanakan saat penanganan bencana.
Pada penanganan pascabencana, Kemensos memberikan bantuan rumah tahan gempa, pelatihan usaha dalam kondisi yang baru dimulai, untuk membantu masyarakat dalam memulihkan kehidupan.
Dalam hal pengendalian penanganan dampak bencana, Kemensos menghimpun 25.008 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) dengan dibantu 49.916 pendamping sosial yang terhubung dalam sistem pusat komando secara digital.
Integrasi dengan BMKG juga telah memungkinkan menggerakkan sumber daya, seperti pemberian perintah dari direktorat-direktorat di Kemensos, 37 unit pelaksana teknis (sentra dan balai besar), hingga Tagana dan pendamping sosial, serta memungkinkan setiap sumber daya manusia memberikan laporan secara cepat sekitar 10 menit.
Moderator OECD Elsa Pilichowski berpendapat negara-negara OECD harus saling belajar satu sama lain. Indonesia menjadi salah satu yang bisa dicontoh dan dipelajari terkait dengan upaya penanganan bencana.
Ia mengapresiasi upaya-upaya yang ditempuh Kemensos dalam penanganan bencana di Indonesia.
“Tentu saja penanganan bencana sangat menantang. Upaya yang dilakukan sangat mengesankan, seperti command center (pusat komando) dan yang lainnya,” katanya.