• EKSEKUTIF

Kemendag Ungkap Penyebab Kelangkaan Stok Gula di Ritel Modern

Eko Budhiarto | Sabtu, 20 Apr 2024 12:29 WIB
Kemendag Ungkap Penyebab Kelangkaan Stok Gula di Ritel Modern Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia. (Foto: Ist)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI mengungkap penyebab kelangkaan stok gula di pasar ritel modern ialah di antaranya karena harga gula konsumsi yang tinggi di pasar internasional.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Isy Karim, mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan terkait dengan kelangkaan dan kenaikan harga gula di beberapa pasar.

"Karena kesulitan memperoleh gula di sana (pasar internasional) dengan harga yang boleh (harga eceran tertinggi) di Indonesia. Harganya kan di luar tinggi," ujar Isy di Kantor Kemendag, Jakarta, Jumat (19/4/2024).

Saat ini Kemendag bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait sedang membahas mengenai penyebab kelangkaan dan kenaikan harga gula.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko) juga mulai memimpin rapat mengenai peta jalan pergulaan.

"Saya sudah ke Kemenko, sekarang ada rapat gula di sana mengenai roadmap pergulaan. Sekalian ngobrolin ini (harga gula) karena sudah mulai ada kelangkaan tapi penanganannya ada di Bapanas," kata Isy.

Namun demikian, Isy menegaskan bahwa ketersediaan stok gula di dalam negeri masih relatif aman, apalagi pada Mei 2024 sudah memasuki musim giling tebu.

Berdasarkan catatan Kemendag, stok gula di BUMN dan swasta lebih dari 330 ribu ton. Isy menyebut, jumlah tersebut cukup untuk satu bulan.

"Ketahanan stok itu kan 1,5 bulan, hampir dua bulan. Jadi cukuplah itu stoknya," ucapnya.