Kementerian ESDM Dorong Warga Sekitar Penghasil Migas Tingkatkan Kompetensi. (Foto: ESDM)
Jakarta, Indonesiainfo.id - Kementerian ESDM melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Minyak dan Gas Bumi (Migas) menyelenggarakan program pelatihan gratis bagi 200 warga sekitar penghasil migas dari berbagai daerah di Indonesia.
Kepala PPSDM Migas Waskito Tunggul Nusanto mengatakan, program pelatihan gratis ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan keahlian masyarakat dalam bidang migas, sehingga mereka dapat bersaing di dunia kerja dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
"Gunakan dan manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin sehingga kalian semua dapat lulus pada ujian sertifikasi kompetensi yang akan diadakan setelah pelatihan selesai," ujar Waskito dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Kamis (9/5/24) di Jakarta.
Keterangan itu Waskito sampaikan saat membuka Pelatihan Program Bantuan Masyarakat Angkatan ke-3, di Cepu, Blora, Senin (06/5).
Lebih lanjut, Waskito menilai, sertifikasi kompetensi menjadi bukti nyata penguasaan keahlian dan pengetahuan di bidang migas. Hal ini tentu meningkatkan nilai dan daya saing individu di mata para calon pemberi kerja.
Pemegang sertifikat kompetensi umumnya mendapatkan gaji yang lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja yang tidak memiliki sertifikat.
"Kegiatan sertifikasi kompetensi kerja ini adalah sebagai bukti bagi dunia industri bahwa setiap peserta telah kompeten dalam setiap jabatan sesuai dengan judul pelatihan," ujarnya.
Waskito pun mengajak seluruh masyarakat di wilayah penghasil migas untuk memanfaatkan kesempatan pelatihan gratis ini, yang akan memungkinkan semua orang meningkatkan keterampilan mereka dan mencapai masa depan yang lebih baik di sektor migas.
"Kami berharap melalui pelatihan ini dapat mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal daerah masing - masing," ujarnya.
Sebagai tambahan informasi, program pelatihan ini dilaksanakan dari tanggal 06 s.d 24 Mei 2024.
Adapun materi yang dilatihkan dalam program ini oalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tingkat Operator, Operator Scaffolding, Juru Ikat Beban, Operator Lantai Perawatan Sumur, Teknisi Sistem Utilitas dan Operator Pesawat Angkat (OPA) Unit Mobile Crane.
200 peserta yang ikut latihan ialah berasal dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Batang Hari, Teluk Bintuni, Blora, Nunukan, Penajam Paser Utara, Samarinda, Balikpapan, Ngada, Seram Bagian Barat, Indramayu, Bontang, Kutai Kertanegara, Balikpapan, Lampung Timur, Bulungan dan Tarakan.