• EKSEKUTIF

Buntut Kematian Taruna, Budi Percepat Pembenahan STIP

Eko Budhiarto | Jum'at, 10 Mei 2024 11:29 WIB
Buntut Kematian Taruna, Budi Percepat Pembenahan STIP Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. (Foto: Ist)

Jakarta, Indonesiainfo.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyampaikan, pihaknya fokus percepat pembenahan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) untuk memutus mata rantai kekerasan antar siswa (taruna/taruni).

Hal ini dilakukan menyikapi adanya kekerasan yang dilakukan senior kepada junior di STIP Jakarta, yang menyebabkan meninggalnya taruna di sekolah tersebut, Putu Satria Ananta Rustika (19).

"Kami sangat menyesalkan terjadinya peristiwa kekerasan di STIP Jakarta. Ini menjadi duka yang mendalam dan menjadi sebuah titik bahwa kami harus melakukan perubahan. Kami akan melakukan pembaruan pada pendidikan vokasi di bawah naungan Kementerian Perhubungan," ujar Budi dalam keterangannya dilansir dari laman resmi Kemenhub, Jumat (10/5/24) di Jakarta.

Keterangan itu disampaikan Menhub Budi seusai mengunjungi keluarga Alm. Putu Satria Ananta Rustika di Klungkung, Bali, Kamis (9/5).

Menhub menyampaikan, pihaknya telah mengambil beberapa langkah konkret untuk membenahi STIP.

Dalam jangka pendek, Kemenhub akan menerapkan moratorium penerimaan taruna di STIP dan mengoptimalkan penerimaan taruna di sekolah pelayaran lainnya di bawah Kementerian Perhubungan.

"Selain itu juga melarang berbagi aktivitas yang dapat mendorong celah terjadinya perundungan, termasuk salah satunya menghilangkan kepangkatan dan sebutan senior dan junior di dalam sekolah," ujar Menhub.

Lalu dalam jangka menengah, laporan-laporan berbasis digital yang mengurangi interaksi fisik akan dioptimalkan, dengan meningkatkan kualitas pengasuh taruna, serta pemisahan interaksi taruna antar angkatan dan menghilangkan atribut seragam.

Menhub mengatakan, pembenahan juga akan dilakukan di sekolah-sekolah lain yang berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan.

"Dalam jangka panjang, pembenahan serupa akan diterapkan di sekolah-sekolah lain di bawah BPSDM Kementerian Perhubungan," ujar Menhub.

Menhub menyampaikan komitmen untuk menjadikan sekolah-sekolah di bawah Kemenhub sebagai sekolah yang menghasilkan insan transportasi yang berkualitas, baik dari aspek keahlian dan ketrampilan maupun insan yang berbudi dan berakhlak.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Kemenhub akan menjaring masukan dari berbagai pihak, termasuk para pakar pendidikan dan pakar transportasi.

Secara internal, Kemenhub akan melakukan pembenahan mendasar yakni dengan mengubah kurikulum yang berfokus pada pembelajaran di kelas dan mengutamakan softskills yang nantinya dapat mendukung lulusan siap kerja di dunia kelautan dan pelayaran.