Ilustrasi startup
Jakarta, Indonesiainfo – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenKop UKM) mengajak lima belas startup yang telah terkurasi untuk bertemu global venture capital.
Deputi Bidang Kewirausahaan KemenKop UKM Siti Azizah mengatakan, pertemuan tersebut sebagai upaya untuk memperluas akses pembiayaan. Selama ini akses tersebut masih menjadi kendala bagi para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) khususnya startup.
“Indonesia saat ini memiliki 2.605 startup yang menjadikan kita sebagai negara keenam dengan jumlah startup terbanyak di dunia. Namun sayangnya sebagian besar dari mereka masih mengalami kendala dari sisi pembiayaan,” ujar Siti Azizah dikutip dari laman resmi KemenKop UKM, Rabu (15/5/2024).
Salah satu upaya untuk mengatasi kendala tersebut adalah melalui kerja sama dengan DBS Digital Economy Group. Kerja sama ini dilakukan dalam agenda DBS New Economy Connect: Navigating Early-Stage Ventures in Asia, di Singapura, dengan mempertemukan 15 startup pilihan yang telah terkurasi dengan investor global.
Adapun kelima belas startup tersebut adalah Dagangan, Bengkel Mania, Djoin, Zendz, Arconesia, Planawood, Qasir, Inspigo, Beli Ayam, Epitlu, Surplus, myECO, MMHC, Silang, serta Crustea.
“Kami telah melakukan pemetaan startup dan investor sesuai dengan karakteristik yang dibutuhkan. DBS memiliki fokus kepada ekosistem digital yang memiliki skema investasi untuk startup sehingga akan cocok dengan startup terpilih,” kata Azizah.
Sejak 2023, Azizah mengungkapkan pihaknya telah mengumpulkan 2.500 profil wirausaha melalui program Entrepreneur Financial Fiesta (EFF). Profil ini terbagi dalam tiga kategori, yakni small business, agregator, dan startup.
“Dari 2.500 profil tersebut, terkumpul 500 startup dari berbagai daerah untuk kami lakukan kurasi dengan beberapa proses. Pertama, pada fase awal dilakukan mapping berdasarkan tingkatannya. Mulai dari kesesuaian terhadap solusi permasalahan, pasar, bisnis model, hingga keberlanjutannya,” ujar Azizah.
Proses kurasi selanjutnya, menurut Azizah, adalah melakukan mentoring penguatan value proposition, yang dimiliki oleh startup. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan dan menarik minat investor.
“Mentoring juga dilakukan untuk menentukan valuasi startup agar tepat dalam membuat proyeksi kebutuhan dana investasi,” kata Azizah.