• EKSEKUTIF

Serap Rp 1,57 T, Bendungan Ameroro Cegah Krisis Air

M. Habib Saifullah | Rabu, 15 Mei 2024 17:22 WIB
Serap Rp 1,57 T, Bendungan Ameroro Cegah Krisis Air Bendungan Ameroro,Sulawesi Tenggara

Jakarta, Indonesiainfo – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pengadaan bendungan merupakan upaya untuk mencegah krisis air di masa depan.

“Oleh karena itu sejak 2020 dibangun Bendungan Ameroro. Ini adalah bendungan yang ke-40 yang telah kita bangun dan selesai di akhir 2023 lalu. Dibangun dengan biaya Rp 1,57 triliun,” kata Jokowi, dikutip dari laman resmi  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Rabu (15/5/2024).

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden saat meresmikan bendungan Ameroro dan Penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Selasa (14/5/2024).

Sedangkan pada sektor wisata, penataan KSPN,  kata Presiden, dilakukan untuk mendongkrak kuantitas dan kualitas bidang pariwisata setempat.

“Semua telah disentuh dan diperbaiki. Kita harapkan wisata di waktu dekat semakin baik dan semakin meningkat,” ujar Presiden.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan bendungan bertujuan untuk meningkatkan volume tampungan air. Hal ini agar suplai air irigasi ke lahan pertanian terus terjaga, serta untuk penyediaan air baku, dan pengendalian banjir.

“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat memberikan manfaat yang nyata di mana air akan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” kata Basuki.

Bendungan Ameroro dapat menampung air sebesar 8 juta m3 yang dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik berkapasitas 1,3 MW. Selain itu untuk meningkatkan layanan irigasi, meningkatkan intensitas pertanian, pemenuhan kebutuhan air baku di Kabupaten Konawe dan mereduksi banjir.