Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. (Foto: Ist)
Jakarta, Indonesiainfo - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka opsi kolaborasi dalam pembangunan dan pengelolaan infrastruktur transportasi. Sejalan dengan hal itu, kementerian juga mempermudah payung hukum atau regulasi.
Saat ini pembangunan infrastruktur transportasi, baik di sektor udara, laut, dan perkeretaapian tidak lepas dari kerja sama dengan berbagai pihak.
“Sejalan dengan itu, kami pun berusaha untuk mempermudah regulasinya,” kata
Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Rabu (15/5/2024).
Budi menyatakan, hingga saat ini Kemenhub telah menyelesaikan 25 dari total 35 Proyek Strategis Nasional (PSN) Sektor Transportasi yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. Sebanyak 25 PSN tersebut meliputi tujuh proyek bandara, delapan proyek kereta api, dan 11 proyek pelabuhan di seluruh Tanah Air. Sisanya, 10 proyek PSN sedang dalam penyelesaian dengan empat proyek akan selesai ditahun 2024.
“Dengan adanya pembangunan infrastruktur PSN, diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar wilayah, memperlancar mobilitas dan layanan logistik, serta mendorong tumbuhnya titik ekonomi baru di berbagai daerah,” ujar Menhub.
Pembangunan infrastruktur trasnportasi bukan hanya difokuskan pada pulau Jawa atau Jawa Sentris, tetapi Indonesia Sentris. Hal ini dilakukan untuk meratakan pembangunan serta mempermudah akses mobilisasi dan dan ekonomi masyarakat.
Menhub mencontohkan sejumlah PSN yang berhasil memperlancar mobilitas masyarakat di dalam negeri. Salah satunya Bandara Internasional Yogyakarta yang sudah dilengkapi dengan kereta bandara.
“Ini menjadi bukti bahwa apa yang selama ini ada di luar negeri dan tidak mungkin terjadi di negara kita, itu terjadi. Dan persiapan kita untuk menjadi negara maju kita letakkan di sana,” ujar Menhub.
“Yang kita lakukan adalah mempersatukan Indonesia. Apa yang kita bangun di Makassar berupa pelabuhan dan kereta api membuktikan bahwa kita tidak hanya berkonsentrasi di Pulau Jawa saja. Bahkan kita juga membangun bandara di Papua,” kata dia.