• EKSEKUTIF

FoodStartup Indonesia, Kran Baru Permodalan UMKM Kuliner

M. Habib Saifullah | Jum'at, 17 Mei 2024 10:28 WIB
FoodStartup Indonesia, Kran Baru Permodalan UMKM Kuliner Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno

Jakarta, Indonesiainfo – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan program FoodStartup Indonesia untuk menciptakan akselerasi bisnis bagi pelaku usaha kuliner. Salah satunya melalui pendampingan dan permodalan serta perluasan jangkauan ke pelaku bisnis berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, dengan adanya akses permodalan bagi para pelaku industri kuliner, maka akan memperkuat para pelaku UMKM untuk terus mengembangkan sayap bisnisnya.

Berdasarkan data yang tercatat oleh Badan Pusat Statistik, sepanjang 2023 industri makanan dan minuman memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga 6,5 persen.

"PDB hampir Rp1.000 triliun atau meningkatnya sekitar 5 persen dan kontribusi terhadap PDB nasional 6,5 persen. Tapi yang penting juga adalah kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja hampir 43 persen," kata Sandiaga, seperti dikutip dari laman resmi Kemenparekraf, di Jakarta, Kamis (16/5/2024).

Meski demikian akses permodalan industri kuliner di Indonesia masih menghadapi tantangan yang besar. Hampir 71 persen dari UMKM masih mengandalkan dari modal sendiri. Hanya 16 persen akses dari lembaga perbankan.

Selain FoodStartup Indonesia, ada juga Wahyoo Ventures dengan memberdayakan UMKM kuliner, menjaring dan mencari role model pengusaha kuliner berbakat di
Tanah Air.

"Harus ambil kesempatan ini, tidak hanya melalui FoodStartup Indonesia tapi juga melalui Wahyoo Ventures," kata Sandiaga.