• EKSEKUTIF

Karena Ini, Hak-hak Istimewa Palestina Dianggap Belum Cukup

Agus Mughni Muttaqin | Selasa, 21 Mei 2024 17:12 WIB
Karena Ini, Hak-hak Istimewa Palestina Dianggap Belum Cukup Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi. Menlu RI Sebut Resolusi SMU PBB soal Palestina saja tidaklah cukup. (Foto: Ist)

INDONESIAINFO.ID - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi mengapresiasi adopsi resolusi Sidang Majelis Umum (SMU) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai pemberian hak-hak istimewa bagi Palestina.

Resolusi SMU PBB tersebut membuat Palestina memiliki hak hampir sama dengan negara anggota PBB. Akan tetapi, menurut Retno, resolusi itu saja tidaklah cukup, masih diperlukan upaya lebih.

"Resolusi [SMU PBB] ini merupakan langkah penting dalam upaya mendorong hak yang setara bagi Palestina," ujar Retno seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri RI, di Jakarta, Senin (20/5/2024).

"Namun resolusi ini saja tidaklah cukup. Upaya mewujudkan perdamaian berkelanjutan, memastikan kelancaran pengiriman bantuan kemanusiaan, dan mendorong keanggotaan penuh Palestina di PBB harus terus dilakukan," ujarnya.

Hal itu Retno sampaikan saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Majelis Umum PBB ke-78, Dennis Francis di sela-sela World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali, Minggu (19/5) kemarin.

Dalam kesempatan itu, Menlu Retno juga membahas penguatan multilateralisme. Ia menegaskan pentingnya peran PBB yang lebih sebagai jangkar multilateraisme dan komitmen Indonesia mendukung multilateralisme.

Dalam kaitan ini, Indonesia menyambut baik rencana penyelenggaraan Summit of the Future dan berharap pertemuan tersebut membuahkan hasil konkret, termasuk dalam mendorong reformasi arsitektur multilateral dan mempercepat pencapaian SDGs.

Sementara itu, Presiden SMU PBB menyampaikan apresiasi atas kontribusi Indonesia pada misi pemeliharaan perdamaian PBB.