Ilustrasi Perdagangan Karbon, Indonesia Bisa Raup Rp112,5 Triliun dari Jualan Karbon (Foto Zonaebt)
INDONESIAINFO.ID - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marvess) mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan. Di sisi lain juga menghasilkan pendapatan dari penjualan karbon.
Berdasarkan riset berbagai institusi, Indonesia diperkirakan memiliki Nature-Based Solutions (NBS) atau Ecological Based Approach (EBA) yang mencapai 1,5 GT CO2eq per tahun, setara dengan US$ 7,1 miliar atau Rp112,5 triliun.
"Potensi besar tersebut diharapkan dapat mewujudkan Indonesia Emas 2045," kata Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan dan Sumber Daya Air, Kemenko Marves, Lukijanto.
Hal itu ia sampaikan dalam sesi bertajuk `Infrastruktur Biru dengan Solusi Berbasis Alam untuk Perlindungan Pantai dan Pengelolaan Sumber Daya Air` yang digelar di Bali, pada Kamis, (23/05/2024).
Kegiatan ini hasil kolaborasi Kemenko Marves dengan Van Oord, dan merupakan rangkaian kegiatan World Water Forum (WWF) 2024 ke-10.
Sementara itu, Koordinator Infrastruktur Sumber Daya Air dan Pantai Kemenko Marves, Suraji menyatakan bahwa Konsep Infrastruktur Biru (Blue Infrastructure) terintegrasi dengan Solusi Berbasis Alam.
Yaitu dalam perencanaan pembangunan infrastruktur terpadu khususnya pada bidang pengelolaan sumber daya air, aksi iklim, ketahanan bencana, wilayah laut serta pesisir dan pulau-pulau kecil. Hal ini merupakan sebuah jaringan inisiatif yang cukup dinamis untuk dibahas.
Lebih lanjut, Suraji mengatakan, rancangan infrastruktur biru memberikan cara yang ekonomis dan ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pesisir akan infrastruktur yang tahan terhadap dampak perubahan iklim dan bencana alam.
"Blue Infrastructure merupakan pendekatan baru yang mengintegrasikan solusi berbasis alam untuk keamanan sumber daya air, wilayah pesisir, dan pulau-pulau kecil. yang dirancang berkelanjutan, untuk meningkatkan ekosistem pesisir dan perekonomian masyarakat pesisir" katanya.