• EKSEKUTIF

Indonesia Emas, RI Harus Sehat dan Produktif

Agus Mughni Muttaqin | Minggu, 26 Mei 2024 18:24 WIB
Indonesia Emas, RI Harus Sehat dan Produktif Menkes Budi Gunadi Sadikin saat memberi keterangan pers (Foto Setpres)

INDONESIAINFO.ID - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin, menilai untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan Indonesia Negara Maju harus dipersiapkan mulai dari menjaga kesehatan dan produktivitas warganya, terutama anak dari usia minus 9 bulan.

Sebab, kata Menkes, berhasil atau tidaknya sebuah negara menjadi negara maju, umumnya itu dapat dilihat dari puncak bonus demografi. Yaitu masa di mana usia produktif lebih besar dibandingkan usia non-produktif.

Hal itu ia sampaikan pada Rakerkesda Prov. Gorontalo pada Jumat (24/5), ketika menyinggung harapan Presiden RI Joko Widodo yang ingin menjadikan Indonesia sebagai Indonesia Emas dan Negara Maju.

"Indonesia perlu memenuhi kriteria negara maju, salah satunya dapat dilihat dari pendapatan per kapita masyarakat sebesar 13 ribu dolar Amerika Serikat (AS) per tahun atau Rp 15 juta per bulan. Agar tercapai, Indonesia perlu mencetak generasi sehat dan produktif," ujar Menkes dikutip Minggu (26/5/24).

Ia menuturkan Indonesia diperkirakan akan mencapai puncak bonus demografi pada tahun 2030.

“Enam tahun lagi dari sekarang. Kalau tahun itu gagal maka akan semakin susah bagi Indonesia untuk menjadi negara maju, dan akibatnya Indonesia akan menjadi negara berpenghasilan menengah terus,” ujar Menkes.

Untuk itu, kata Menkes, hal ini perlu dipersiapkan mulai dari menjaga kesehatan anak dari usia minus 9 bulan. Sebab, jika seorang anak telanjur terlahir stunting maka akan menurunkan produktivitas kehidupan anak tersebut.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa untuk membuat orang sehat, diperlukan penguatan upaya promotif dan preventif daripada upaya kuratif. “Kalau mau sehat, jangan tunggu sampai sakit. Jaga tetap sehat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan bahwa penyebab kematian pada seseorang paling banyak adalah penyakit kronis seperti stroke, jantung, kanker, dan ginjal. Namun, penyakit kronis tersebut dapat dideteksi dini dan dicegah.

Karena itu, Menkes Budi menekankan untuk mengedepankan langkah-langkah pencegahan. “Karena strategi yang benar itu bukan menunggu, tetapi menjaga orang sehat bukan mengobati orang sakit. Ini beda strateginya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Menkes Budi juga menuturkan bahwa dirinya merevitalisasi 10.000 puskesmas dengan melengkapi alat pengukur tekanan darah, gula darah, dan lemak darah.

Hal tersebut dilakukan agar masyarakat dapat rajin mengukur dan mengendalikan tekanan darah secara rutin. Jika diperoleh hasil yang tidak sesuai, masyarakat bisa mendapatkan obat puskesmas secara gratis.

“Kalau bapak ibu mengukur rutin tekanan darah, gula darah, Insya Allah, bapak dan ibu, tidak akan ada berita meninggal di bawah usia 70 tahun,” kata Menkes Budi.