• EKSEKUTIF

Pemberangkatan Haji Garuda Masih Sering Terlambat

M. Habib Saifullah | Selasa, 28 Mei 2024 17:16 WIB
Pemberangkatan Haji Garuda Masih Sering Terlambat Juru Bicara Kementerian Agama (Kemenag) Anna Hasbie (Foto: Kemenag)

INDONESIAINFO.ID - Kementerian Agama (Kemenag) kembali mengevaluasi  kinerja maskapai pada dua pekan pemberangkatan jemaah haji. Berdasarkan catatan Kemenag, Garuda Indonesia masih sering terjadi keterlambatan pemberangkatan.

Tercatat sudah ada 287 kelompok terbang (kloter) yang diberangkatkan ke Tanah Suci. Garuda Indonesia telah memberangkatkan 152 kloter, sementara Saudia Airlines sebanyak 132 kloter.

"Sampai 26 Mei, kami melihat Garuda Indonesia masih sering mengalami keterlambatan. Dari 152 kloter, ada 60 kloter yang terlambat atau sekitar 39,47%,” kata Juru Bicara Kemenag Anna Hasbie, di Jakarta, Selasa (28/5/2024).

"Sementara Saudia Airlines, dari 132 kloter, ada 16 kloter yang mengalami keterlambatan atau sekitar 11,85%,” ujar dia.

Keterlambatan paling parah dialami oleh jemaah haji kloter 42 Embarkasi Solo (SOC-42) akibat adanya kerusakan mesin pesawat yang memberangkatkan jemaah SOC-41.

Pemberangkatan tersebut merupakan kloter terakhir dari Embarkasi Donohudan yang berangkat pada gelombang pertama, mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Akibatnya jadwal jadwal SOC 43, bergeser hingga 17 jam dari rencana semula.

“Akibat mesin rusak Garuda Indonesia, SOC-42 terlambat hingga 7 jam 10 menit. Ini jelas sangat lama dan menjadikan jemaah makin kelelahan,” ujar Anna.

Selain itu, ada 13 kloter dengan keterlambatan dari maskapai Garuda Indonesia pada kisaran satu sampai dua jam. Sementara yang di atas dua jam, ada tujuh kloter.

“Untuk Saudia Airlines, keterlambatan terlama dialami kloter pertama Embakasi Jakarta-Bekasi atau JKS-01, sekitar 47 menit,” kata Anna.

Kemenag terus mengevaluasi atas ontime performance Garuda Indonesia dan Saudi Airlines yang dilakukan setiap pekan. Saat ini, tahap pemberangkatan jemaah memasuki musim puncak atau peak season.

“Ini tentu menjadi tantangan bagi maskapai penerbangan. Kami minta Garuda Indonesia menyiapkan mitigasi menyeluruh agar problem keterlambatan penerbangan yang masih cukup besar bisa segera diselesaikan dan tidak berkelanjutan,” ujar dia.

Pada penerbangan gelombang kedua, jemaah haji Indonesia dari berbagai embarkasi di Tanah Air akan mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah. Fase ini akan berlangsung hingga (10/6/2024).