PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dan PT Bina Karya (Persero) (Bina Karya) menjalin kerjasama untuk menyediakan solusi bahan bangunan hijau alias ramah lingkungan, termasuk Green Cement, untuk proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). (Foto Kementerian BUMN)
INDONESIAINFO.ID - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dan PT Bina Karya (Persero) (Bina Karya) menjalin kerjasama untuk menyediakan solusi bahan bangunan hijau alias ramah lingkungan, termasuk Green Cement, untuk proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, kerja sama SIG dan Bina Karya ini dilakukan dalam rangka mendukung pembangunan IKN sebagai kota berkelanjutan pertama di Indonesia."Dua proyek tersebut adalah menjadi simbol komitmen Negara menuju Net Zero Emission, dan komitmen Kementerian BUMN yang mendorong seluruh BUMN di sektornya masing-masing untuk melakukan carbon mapping dan carbon reduction yang terukur," ujarnya dikutip Jumat (31/5/2024).
Lebih lanjut ia menuturkan bahwa Green Cement dalam proses produksinya menghasilkan emisi gas rumah kaca (emisi karbon) yang lebih rendah dibandingkan semen konvensional (OPC), namun tetap memberikan kinerja setara di kelas peruntukannya.
"Dalam konteks penurunan karbon nasional, kita ingin ada upaya dalam proses produksi semen yang sedemikian rupa bisa menghasilkan kekuatan dari sisi kualitas dan mampu menurunkan jejak karbon," ujar Kartika Wirjoatmodjo.
Hal tersebut, menurutnya, menjadi salah satu katalis yang bisa menjadikan SIG sebagai penyedia bahan bangunan dalam kategori hijau karena menjalankan prinsip-prinsip ESG secara baik.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Mohammad Zainal Fatah mengatakan bahwa pembangunan IKN merupakan kerja besar pemerintah untuk memastikan bahwa bangsa Indonesia memiliki cita-cita yang harus diselesaikan.
Sebagai pembina jasa konstruksi, Kementerian PUPR berkewajiban untuk mendorong implementasi prinsip-prinsip konstruksi keberlanjutan, melalui rantai pasok hijau yang utamanya menggunakan produk-produk lokal, produk-produk unggulan, dan produk-produk ramah lingkungan.
"Untuk optimalisasi penggunaan semen ramah lingkungan (Non-OPC), kami tidak mungkin bekerja sendirian," ujar Mohammad Zainal Fatah.
Ia mengatakan perlu kolaborasi dengan banyak pihak termasuk produsen bahan bangunan seperti SIG, kontraktor, maupun pengguna jasa dalam hal ini satuan kerja, atau sektor swasta yang melakukan investasi khususnya di IKN.
"Kami berharap, bersama SIG dan Bina Karya, kita memastikan kaidah-kaidah pembangunan hijau ini terus dijalankan untuk mewujudkan sinergi positif," ujarnya.