Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki (tengah) melakukan pertemuan dengan Rabo Foundation, di Utrecht, Belanda, Kamis (30/5/2024). (Foto KemenKopUKM
INDONESIAINFO.ID - Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mendorong perusahaan rintisan (startups) di Indonesia untuk dapat bekerja sama dengan perusahaan rintisan di Belanda.
Menteri Teten mengatakan, pihaknya mewadahi dan menjadi rumah bagi 500 startups dari total 2560 startups yang ada di Indonesia. Hal tersebut ia sampaikan seusai melakukan pertemuan dengan Rabo Foundation, di Utrecht, Belanda, Kamis (30/5/2024).
“Kerja sama dengan PUM Belanda terimplementasikan dalam bidang inkubasi. Saya berharap dapat bersinergi dengan Rabo Foundation, khususnya dalam peningkatan kapasitas UMKM melalui sistem pembiayaan yang berkelanjutan,” ujar Menteri Teten dalam keterangannya dikutip Jumat (31/5).
Ia juga mengapresiasi kontribusi dan komitmen Rabo Foundation dalam mendukung perkembangan UMKM pertanian di Indonesia, khususnya melalui peningkatan akses terhadap pembiayaan yang berkelanjutan.
Ia mengatakan, pendampingan di sektor hulu-hilir yang kemudian dikombinasikan dengan kemudahan akses ke institusi pembiayaan, telah terbukti mempunyai tingkat keberhasilan yang tinggi.
“Saya juga memberikan contoh, Koperasi Pondok Pesantren Al Ittifaq di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang berhasil memenuhi standar kualitas dan kuantitas produk holtikultura untuk masuk ke salah satu jaringan supermarket terbesar di Indonesia, yaitu Superindo,” ujarnya.
Menteri Teten menambahkan, Superindo mayoritas sahamnya dimiliki oleh Albert Heijn, yang merupakan jaringan supermarket terbesar di Belanda.
Untuk itu, keberhasilan Al Ittifaq untuk bisa memenuhi standar internasional dari sisi proses produksi, pascapanen sampai dengan masuk ke jaringan retail Superindo, menjadi bukti nyata bahwa produk lokal Indonesia sudah mampu memenuhi kualitas yang diminta pasar dunia.
“Ini adalah keberhasilan kolektif, irisan antara produk unggulan, metode standar dunia, pembiayaan berkelanjutan, dan peralatan berteknologi,” kata Menteri Teten.